Meta Luncurkan Muse Code, Agen AI Coding Baru yang Siap Tantang Claude Code dan Codex OpenAI
Meta Luncurkan Muse Code, Agen AI Coding Baru yang Siap Tantang Claude Code dan Codex OpenAI-- ist
Salah satu fitur paling menarik dari Muse Code adalah kemampuannya menjalankan konsep vibe coding.
Dalam metode ini, pengguna cukup menjelaskan aplikasi yang ingin dibuat menggunakan bahasa sehari-hari.
Bahkan, Muse Code juga mampu memahami media visual.
Meta mendemonstrasikan kemampuan tersebut dengan memberikan sebuah video MP4 berisi rekaman kamera yang bergerak mengelilingi sebuah rumah.
Dari video tersebut, Muse Code secara otomatis:
- Menganalisis isi ruangan.
- Memahami konteks visual.
- Membuat halaman pemasaran properti.
- Menyusun sistem pemesanan rumah.
- Menghasilkan tampilan web yang siap digunakan.
Kemampuan memahami video ini menjadi pembeda dibanding banyak agen AI coding lain yang umumnya hanya menerima instruksi berbasis teks.
BACA JUGA:6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Memicu Kolesterol Tinggi, Nomor 2 Sering Diabaikan
BACA JUGA:5 Ide Lampion 17 Agustus dari Gelas Plastik Bekas, Murah, Unik, dan Mudah Dibuat Bersama Keluarga
Cocok untuk Programmer hingga Pengguna Awam
Meta menilai Muse Code tidak hanya ditujukan bagi software engineer profesional.
Berkat dukungan pemrosesan bahasa alami dan media visual, pengguna yang tidak memiliki kemampuan pemrograman pun dapat memanfaatkannya.
Mereka cukup menjelaskan kebutuhan aplikasi menggunakan kalimat sederhana atau mengunggah video sebagai referensi, kemudian Muse Code akan menerjemahkannya menjadi aplikasi yang berfungsi.
Diklaim Unggul dari GPT-5.6 Terra
Dalam pengujian internal, Meta mengklaim bahwa Muse Spark 1.2 menunjukkan performa yang sangat kompetitif.
Pada benchmark Terminal-Bench 2.1, model ini disebut mampu mengungguli GPT-5.6 Terra dalam berbagai tugas rekayasa perangkat lunak.
Sumber: