Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Senior, Sang Ayah Ngamuk: Hukuman Mati atau Pecat!

Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Senior, Sang Ayah Ngamuk: Hukuman Mati atau Pecat!

Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Senior, Sang Ayah Ngamuk: Hukuman Mati atau Pecat!--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Suasana haru dan penuh amarah menyelimuti Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (7/8/2025), saat jenazah Prada Lucky Chepril Saputra Namo tiba. Prajurit TNI berusia 23 tahun itu tewas secara tragis, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di Batalyon tempat ia bertugas di Nagekeo, NTT.

BACA JUGA:Super App BRImo Tembus 42,7 Juta User dan Catatkan Volume Transaksi Rp3.231 Triliun, Peningkatan Dana Murah

BACA JUGA:Merajut, Bukan Cuma Hobi Nenek: Gen Z Pun Ketagihan, Ini Manfaatnya!

Kedatangan jenazah disambut tangis keluarga dan kemarahan mendalam dari sang ayah, Serma Christian Namo, yang juga merupakan anggota TNI. Ia menuntut keadilan penuh dan hukuman berat bagi para pelaku.

"Beta mau lihat tentara punya hebat. Hukuman cuma dua: hukuman mati dan pecat," tegas Christian di hadapan sejumlah prajurit yang turut menjemput.

BACA JUGA:Olahraga di Malam Hari Bikin Susah Tidur, Fakta atau Mitos?

BACA JUGA:5 Hobi yang Harus Kamu Miliki

Dengan emosi yang tak terbendung, ia menyatakan siap mempertaruhkan nyawa demi keadilan bagi putranya.

"Nyawa saya taruhan dan tentara saya lepas. Ingat sonde ada yang sentuh beta e. Saya pakai jalur hak asasi manusia. Ini bukan cuma soal keadilan, tapi nyawa anak saya!"

BACA JUGA:Sri Mulyani Akui Gaji Guru dan Dosen Tak Layak, APBN Terbatas.

BACA JUGA:Obat Alami Turunkan Asam Urat dan Kolesterol: Bahan-Bahannya Mudah Dijumpai di Dapur

Luka Lebam dan Tanda Penyiksaan

Setelah jenazah tiba di rumah duka, keluarga menemukan sejumlah luka tak wajar pada tubuh Lucky. Paman korban, Rafael Davids, menyebutkan adanya luka lebam, sayatan, dan benturan yang memperkuat dugaan adanya penyiksaan sebelum korban meninggal dunia.

"Dari foto-foto dan keterangan keluarga di Nagekeo, terlihat jelas ada tanda-tanda kekerasan. Ini bukan kematian biasa," ujar Rafael.

Sumber: