Disebut di Al-Qur’an, Tanaman Ini Bikin Warga Arab Berbondong-bondong ke Indonesia

Disebut di Al-Qur’an, Tanaman Ini Bikin Warga Arab Berbondong-bondong ke Indonesia

Disebut di Al-Qur’an, Tanaman Ini Bikin Warga Arab Berbondong-bondong ke Indonesia--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Sejak berabad-abad lalu, masyarakat Arab dikenal sebagai bangsa pelaut dan pedagang ulung. Jaringan perdagangannya membentang luas hingga ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Nusantara. Salah satu komoditas yang mendorong kedatangan mereka ke Indonesia adalah kapur barus, tanaman bernilai tinggi yang bahkan disebut dalam Al-Qur’an.

BACA JUGA:Nyaman untuk Orang Tua, Ini 3 Mobil Bekas Daihatsu yang Cocok untuk Lansia

BACA JUGA:Tak Ada Perbedaan, Atribut PDH PPPK Paruh Waktu 2026 Sama dengan ASN Lainnya

Dalam tradisi Arab, kapur barus merupakan sumber wewangian yang sangat istimewa. Di dalam Al-Qur’an, tanaman ini dikenal dengan istilah kafur (kaafuur), sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Insan ayat 5, yang artinya:

“Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.”

Air kafur dalam ayat tersebut dijelaskan sebagai mata air di surga, dengan air berwarna putih, beraroma harum, dan memiliki rasa yang sangat nikmat.

BACA JUGA:Tahun Baru, Tampilan Baru: Kalapas Narkotika Muara Beliti Tekankan Kerapian dan Kepatuhan Pakaian Dinas

BACA JUGA:Tingkatkan Keamanan, Lapas Narkotika Muara Beliti Lakukan Perawatan Kunci Gembok Gerbang Utama

Kapur Barus dalam Tafsir Ulama

Para ulama menafsirkan bahwa kaafuur merujuk pada kapur barus atau kamper, yakni zat putih beraroma wangi yang dihasilkan dari pohon tertentu. Ulama besar Indonesia, Buya Hamka, dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa kapur barus berasal dari pohon kayu yang tumbuh di hutan-hutan Pulau Sumatera, dan dikenal luas dengan sebutan Kapur Barus.

Kapur barus yang dimaksud dalam Al-Qur’an ini berbeda dengan kapur barus sintetis berbentuk bulat kecil berwarna putih yang terbuat dari bahan kimia naphtalene. Kamper Al-Qur’an adalah tanaman alami dengan nama latin Dryobalanops aromatica, yang terkenal sangat harum dan bahkan bisa dikonsumsi karena dipercaya menyehatkan tubuh.

Namun, tanaman ini bukan tanaman asli Jazirah Arab. Karena sulit diperoleh di tanah asalnya, para pedagang Arab pun berupaya mencari sumber kamper ke wilayah Timur yang kala itu masih dianggap jauh dan misterius. Perjalanan panjang inilah yang akhirnya membawa mereka ke wilayah yang kini dikenal sebagai Indonesia.

BACA JUGA:Sudah Rilis! Kalender 2026 Lengkap Tanggal Merah dan Cuti Bersama

BACA JUGA:Pengendara Wajib Simak, Ini Tarif SIM A Terbaru per Januari 2026

Sumber: