Jelang Ramadan, Harga Sejumlah Bahan Pokok Masih Rawan Naik
Jelang Ramadan, Harga Sejumlah Bahan Pokok Masih Rawan Naik--foto: ist
SILAMPARITV.CO.ID - Menjelang bulan Ramadan, stabilitas harga pangan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Meski pemerintah menilai ketersediaan stok secara nasional relatif aman, perbedaan harga antarwilayah dan kendala distribusi membuat beberapa komoditas strategis berada dalam status waspada.
BACA JUGA:Pemerintah Perluas CKG, Pengobatan Gratis Resmi Diterapkan Tahun Ini
Kantor Staf Presiden (KSP) mencatat bahwa tekanan harga pangan tidak terjadi secara seragam di seluruh Indonesia. Pelaksana Tugas Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan KSP, Popy Rufaidah, menyampaikan bahwa sebagian besar harga masih terkendali, namun sejumlah komoditas tetap perlu pengawasan ketat karena rentan terhadap faktor cuaca dan distribusi.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah beras medium. Data pemantauan menunjukkan adanya perbedaan harga yang cukup tajam antar zona. Di wilayah zona 1, harga masih berada di bawah batas harga eceran tertinggi (HET). Namun, di zona 2 harga sudah melampaui HET dan masuk kategori waspada, sementara di zona 3 harga beras medium tercatat jauh di atas HET meskipun mulai mengalami penurunan secara bulanan.
BACA JUGA:Diduga Masalah Iuran, Duel Sesama Petugas Pasar Inpres Lubuklinggau Tak Terlekkan
Menurut KSP, persoalan utama pada komoditas beras bukan terletak pada produksi nasional, melainkan pada distribusi dan akses logistik yang belum merata, terutama di wilayah terpencil dan timur Indonesia.
Tekanan harga juga terlihat pada komoditas protein hewani. Harga telur ayam ras secara nasional masih berada di atas harga acuan penjualan, meski mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Tingginya harga telur tidak terlepas dari mahalnya harga jagung pakan ternak yang masih jauh di atas harga acuan di tingkat peternak.
BACA JUGA:Sesama Penjaga Keamanan Bentrok di Pasar Lubuklinggau, Satu Kritis
BACA JUGA:Pasar Semi Modern Lubuklinggau Mulai Dibangun 2026, Anggaran Capai Rp. 30 Miliar.
Kondisi serupa terjadi pada daging ayam ras. Secara rata-rata nasional, harga masih berada di atas harga acuan, dengan kesenjangan harga antar daerah yang cukup besar. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan harga belum dirasakan merata oleh konsumen di seluruh wilayah.
BACA JUGA: Durasi Main Aplikasi Kian Menggila, Warga Dunia Habiskan Ratusan Jam Setahun di HP
Untuk komoditas hortikultura, bawang merah dan bawang putih masih berada dalam tekanan. Meskipun harga bawang merah mengalami koreksi bulanan cukup signifikan, posisinya masih di atas batas harga acuan. Sementara bawang putih justru mencatat kenaikan harga, dengan disparitas antarwilayah yang masih lebar.
Harga cabai rawit merah mulai menunjukkan tren penurunan tajam, menandakan pasokan mulai membaik. Namun, ketimpangan harga antar daerah masih sangat tinggi. Sementara itu, cabai merah keriting secara nasional sudah masuk kategori aman, tetapi perbedaan harga di tingkat daerah tetap menjadi perhatian.
Sumber: