Kasus Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Pelalawan Terkuak dari Bau Menyengat
Kasus Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Pelalawan Terkuak dari Bau Menyengat--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Seekor gajah sumatera ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kawasan konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Distrik Ukui, tepatnya di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Satwa dilindungi tersebut ditemukan tanpa kepala, sehingga kuat dugaan menjadi korban pembunuhan.
BACA JUGA:BPOM Peringatkan Ancaman Obat Palsu, Delapan Produk Ini Paling Rentan Beredar di Pasaran
BACA JUGA:Mobil Innova Terjun ke Jurang di Sumber Agung, Tak Ada Korban Jiwa
Penemuan bangkai gajah ini langsung memicu perhatian serius aparat penegak hukum dan instansi terkait. Kepolisian bersama sejumlah pihak kini tengah mendalami penyebab kematian satwa langka tersebut serta memburu pihak yang bertanggung jawab.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, menjelaskan bahwa tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Tim tersebut terdiri dari personel Polres Pelalawan, Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Polisi Kehutanan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, serta pihak PT RAPP.
BACA JUGA:Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Siswi SMA Negeri di Bengkulu Alami Luka Fisik dan Trauma
“Gajah ditemukan dalam kondisi kepala terpotong dengan posisi tubuh duduk. Saat ini kami masih mendalami penyebab kematiannya,” ujar AKBP John Louis Letedara dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, tim Labfor Polda Riau telah mengambil sejumlah sampel tanah dan barang bukti di sekitar lokasi penemuan bangkai gajah. Sampel tersebut akan diuji untuk membantu mengungkap waktu serta penyebab kematian satwa dilindungi itu.
BACA JUGA:Diduga Tersengat Ranjau Babi, Kematian Wanita di Kepahiang Sisakan Tanda Tanya
BACA JUGA:Polisi Bongkar Ladang Ganja Rumahan di Rejang Lebong, Pemilik Rumah Diamankan
Kronologi Penemuan
Kapolres menjelaskan, bangkai gajah pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Winarno pada Senin (2/2/2026) malam. Saat itu, saksi mencium bau busuk menyengat dari arah kawasan hutan. Merasa curiga, saksi kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga akhirnya menemukan bangkai gajah dalam kondisi mengenaskan.
Temuan itu segera dilaporkan kepada petugas keamanan perusahaan, yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pihak kepolisian dan instansi terkait.
Sumber: