Waspada Dampak El Nino 2026: Ancaman Cuaca Kering dan Risiko Kesehatan yang Mengintai
Waspada Dampak El Nino 2026: Ancaman Cuaca Kering dan Risiko Kesehatan yang Mengintai--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Indonesia diperkirakan akan menghadapi perubahan cuaca signifikan dalam waktu dekat seiring potensi kemunculan fenomena El Niño. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini dapat memicu musim kemarau yang datang lebih cepat, dengan cuaca yang lebih panas dan kering dari biasanya.
BACA JUGA:Menghadapi Ketakutan: Makna di Balik Poster “Ghost in the Cell”
Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari, menjelaskan bahwa hingga pertengahan 2026 kondisi atmosfer masih cenderung netral. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan memasuki paruh kedua tahun ini.
“Diprediksi akan terjadi transisi ke El Nino lemah hingga moderat, dengan peluang cukup tinggi, sekitar 50–80 persen pada semester kedua 2026,” jelasnya.
BACA JUGA:Kenapa Mobil Hybrid Bisa Jadi Boros? Ini Penjelasan dan Faktornya
BACA JUGA:Mobil Listrik Imut yang Mencuri Perhatian: Changan Lumin Digemari Berbagai Kalangan
Benarkah Ada El Nino “Godzilla”?
Belakangan muncul istilah El Nino “Godzilla” yang merujuk pada fenomena El Nino dengan intensitas sangat ekstrem, seperti yang pernah terjadi pada 1997 dan 2015. Namun, BMKG menegaskan bahwa istilah tersebut tidak termasuk dalam kategori ilmiah resmi.
Menurut Indra, peluang terjadinya El Nino dengan kategori sangat kuat pada 2026 relatif kecil, yakni di bawah 20 persen. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada karena musim kemarau diperkirakan lebih panjang dari biasanya.
BACA JUGA:Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Desain Stylish dengan Sentuhan Warna Modern
BACA JUGA:Tampil Lebih Fresh: Inspirasi Potongan Rambut yang Memberi Efek Awet Muda
Dampak Udara Kering bagi Kesehata
Perubahan cuaca menuju kondisi kering tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan tubuh. Spesialis kedokteran keluarga, Josue Limage, menjelaskan bahwa udara kering dapat memicu berbagai gangguan, terutama pada sistem pernapasan.
Menghirup udara kering dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi seperti asma, bronkitis, dan sinusitis, serta meningkatkan risiko mimisan dan dehidrasi.
Sumber: