Magang Nasional Dievaluasi: Pemerintah Soroti Ketimpangan Peserta dan Akses Daerah
Magang Nasional Dievaluasi: Pemerintah Soroti Ketimpangan Peserta dan Akses Daerah--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah mulai melakukan evaluasi terhadap Program Magang Nasional guna meningkatkan efektivitas dan pemerataan kesempatan kerja. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyoroti masih belum meratanya distribusi peserta, terutama di luar Pulau Jawa.
Menurutnya, program ini harus mampu memberikan peluang yang setara bagi lulusan perguruan tinggi di berbagai daerah, bukan hanya terpusat di wilayah tertentu.
“Kita harus mulai menjadikan program Magang Nasional ini merata sebarannya, sehingga menjadi kesempatan bagi putra daerah untuk bisa berkarya di wilayah mereka masing-masing,” ujarnya.
BACA JUGA:Sinergi Pemkab dan Tenaga Ahli, Wakil Bupati Dorong Peningkatan SDM Desa di Kabupaten Musi Rawas
BACA JUGA:Anggaran Zoom Rp 5,7 Miliar Disorot, BGN Jelaskan untuk Dukung Program MBG
Peserta Masih Didominasi Pulau Jawa
Hasil evaluasi dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta Magang Nasional Tahap I masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Kondisi ini dinilai wajar pada tahap awal, karena banyak peserta dari daerah yang ingin merasakan pengalaman kerja di pusat industri.
“Mungkin pada tahun 2025 sebagian besar masih di Pulau Jawa, karena ini juga menjadi kesempatan bagi peserta dari daerah untuk merasakan pengalaman bekerja di Jawa,” jelas Yassierli.
Namun ke depan, pemerintah menargetkan distribusi peserta yang lebih merata secara geografis agar manfaat program bisa dirasakan di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Petani di Muratara Tewas Usai Motor Tersenggol Truk Saat Menyalip
BACA JUGA:Prewedding Unik di LRT Palembang; Ini Syarat, Kontak, dan Info Penting yang Wajib Diketahui
Dorong Program Lebih Inklusif
Selain pemerataan wilayah, pemerintah juga ingin memperluas akses program bagi berbagai latar belakang pendidikan. Program magang diharapkan tidak hanya terfokus pada jurusan tertentu, tetapi mampu menjangkau lebih banyak bidang keilmuan.
Dengan demikian, lulusan baru dapat memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studi masing-masing.
Sumber: