SILAMPARITV.CO.ID - Dunia Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali diguncang dengan fenomena mengejutkan. Sebanyak 1.967 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 secara resmi memilih mundur, meski sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi nasional. Data mengejutkan ini diungkap langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan kini menjadi sorotan publik serta pemangku kebijakan.
Fenomena ini tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor krusial menjadi pemicu utama, mulai dari penempatan kerja yang jauh dari kampung halaman, hingga penghasilan yang dianggap tidak sesuai dengan harapan. Keputusan massal ini menyisakan pertanyaan besar tentang efektivitas sistem penempatan CPNS saat ini, terutama kebijakan optimalisasi formasi kosong yang ternyata menjadi bumerang. BACA JUGA:Wednesday Season 2 Tayang 2025 di Netflix: Waspadai Bahaya Menonton di Situs Ilegal seperti Rebahin! BACA JUGA:1,2 Juta AgenBRILink Jangkau 88% Wilayah Indonesia, BRI Hadirkan Layanan Keuangan Hingga ke Pelosok Negeri Optimalisasi Formasi: Solusi Instansi, Dilema Pelamar Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI, menyampaikan bahwa gelombang pengunduran diri CPNS ini tak lepas dari strategi optimalisasi formasi. Dalam sistem ini, peserta yang gagal di formasi pilihan utama secara otomatis dipindahkan ke instansi lain yang masih memiliki kebutuhan tenaga kerja, meski lokasi penempatan bisa sangat jauh dari domisili peserta. Salah satu contohnya adalah formasi dosen di Universitas Negeri Jember yang tidak mendapat pelamar, akhirnya diisi oleh peserta yang dipindahkan ke Universitas Nusa Cendana di Kupang, NTT. Sayangnya, kebijakan ini justru memicu penolakan dan pengunduran diri, alih-alih menyelesaikan kekosongan formasi. BACA JUGA:Panduan Jawaban Soal Esai PAI Kelas 3 SD Halaman 107 Kurikulum Merdeka: Materi Tentang Puasa BACA JUGA:Warga Desa Binjai Musi Rawas Panjat Pohon Demi Sinyal: Puluhan Tahun Hidup di Zona Blank Spot Instansi Paling Banyak Ditolak: Kemendikbud hingga PUPR Lima instansi yang paling banyak ditinggalkan CPNS 2024 adalah: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) – 640 orang Kementerian Kesehatan – 575 orang Kementerian Komunikasi dan Informatika – 154 orang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) – 131 orang Kementerian PUPR – 121 orang BACA JUGA:Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 11 Halaman 120 Kurikulum Merdeka – Panduan Belajar untuk Siswa SMA BACA JUGA:Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 7 Halaman 150-151 Kurikulum Merdeka, Simak Penjelasannya Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga ASN di sektor vital sekalipun tidak serta merta disambut baik, apabila penempatan tidak mempertimbangkan kondisi sosial, geografis, dan personal peserta. 12 Alasan Terbesar Pengunduran Diri CPNS 2024 Data BKN mengungkap alasan-alasan utama mengapa ribuan CPNS 2024 memilih untuk mundur, yaitu: Penempatan jauh dari domisili – 1.285 orang Tidak mendapat izin keluarga – 320 orang Masalah kesehatan orang tua – 156 orang Dianggap mundur oleh instansi – 92 orang Lanjut studi (S2/S3) – 44 orang BACA JUGA:Ditetapkan Sebagai Tersangka, Mantan Bupati Musi Rawas Gugat Kejati Sumsel BACA JUGA:Waspadai Bahaya Streaming Ilegal: Saatnya Beralih ke Platform Legal Demi Keamanan dan Kenyamanan Menonton Gangguan kesehatan pribadi – 21 orang Terikat kontrak kerja lain – 13 orang Salah memilih formasi – 11 orang Kesehatan pasangan terganggu – 8 orang Gagal melengkapi dokumen – 8 orang Merasa tidak layak lulus – 6 orang Gaji tidak sesuai harapan – 3 orang Alasan-alasan ini menunjukkan bahwa persoalan penempatan geografis, faktor keluarga, dan kesehatan masih menjadi tantangan utama dalam distribusi ASN secara merata di Indonesia. BACA JUGA:BMKG: Lima Wilayah Ini Mulai Masuki Musim Kemarau Mei 2025, Masyarakat Diminta Waspada BACA JUGA: KAI Berikan Potongan Harga Tiket hingga 50 Persen, Apa Saja Syaratnya Tanpa Sanksi, Tapi Jadi Catatan Serius untuk Pemerintah Zudan menegaskan bahwa peserta yang mengundurkan diri karena hasil optimalisasi tidak akan dikenakan sanksi administratif. Namun, keputusan ini tetap dicatat sebagai bahan evaluasi penting bagi pemerintah dalam proses rekrutmen ASN ke depan. "Ini adalah langkah negara agar formasi tidak dibiarkan kosong dan anggaran tidak sia-sia. Tapi tetap, keputusan akhir berada di tangan peserta," ujar Zudan. Pemerataan ASN: PR Berat Pemerintah di Wilayah 3T BACA JUGA:Pemerintah, Polres dan Masyarakat Muratara Dukung PLN ULP Muratara, Lakukan Giat Right Of Ways (ROW) Bersama BACA JUGA:Bintang-Bintang Muda Bersinar di Piala Asia AFC U-17 2025: Evandra Florasta Harumkan Nama Indonesia Gelombang pengunduran diri ini menjadi alarm keras bagi pemerintah, khususnya dalam mewujudkan pemerataan ASN di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Skema optimalisasi, meskipun baik secara administratif, nyatanya belum menyentuh dimensi humanis yang mempertimbangkan kondisi sosial, psikologis, dan ekonomi para pelamar. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa menjadi ASN bukan lagi pilihan mutlak, terutama bagi generasi muda yang kini mempertimbangkan lebih banyak faktor sebelum memutuskan untuk mengabdi sebagai pegawai negeri. BACA JUGA:Timnas Indonesia Hadapi Laga Hidup Mati Kontra China, RCTI Siarkan Langsung Duel Penentu Tiket Piala Dunia2026 BACA JUGA:Presiden Prabowo Apresiasi Kepemimpinan Herman Deru dalam Dorong Produksi Pangan Sumsel Butuh Reformasi Rekrutmen yang Lebih Realistis dan Fleksibel Evaluasi besar-besaran terhadap sistem rekrutmen ASN kini menjadi kebutuhan mendesak. Selain menjaga integritas dan objektivitas seleksi, pendekatan yang lebih fleksibel dan personal dalam hal penempatan harus mulai dipertimbangkan, agar tidak hanya mengisi kursi kosong, tetapi juga menumbuhkan semangat pengabdian jangka panjang. BACA JUGA:Fenomena Viral “Italian Brainrot”: Tren Meme Karakter Anomali Banjiri TikTok Indonesia BACA JUGA:Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 Kurikulum Merdeka: Materi Imbuhan Ber- Lengkap dengan Kunci Jawaban1.967 CPNS 2024 Mengundurkan Diri, Sistem Optimalisasi Formasi ASN Disorot Tajam
Selasa 29-04-2025,12:00 WIB
Reporter : Rita Rahmawati
Editor : Rita Rahmawati
Tags : #pengundurandiricpns
#optimalisasiformasi
#kemendikbudristek
#formasikosong
#cpns2024
#bkn
#asnwilayah3t
#asnmillennial
#asnindonesia
Kategori :
Terkait
Rabu 31-12-2025,16:14 WIB
Pengabdian Panjang Berujung Dua Hari ASN, Kisah Haru PPPK Padang Pariaman
Rabu 03-12-2025,10:16 WIB
PPPK Paruh Waktu Musi Rawas Dievaluasi Tiap Tahun, Kedisiplinan Jadi Penentu Perpanjangan Kontrak
Sabtu 29-11-2025,14:08 WIB
Menjelang Pelantikan, Belasan Calon PPPK Paruh Waktu di Lubuklinggau Mengundurkan Diri
Sabtu 22-11-2025,14:57 WIB
Berkas Masih Diverifikasi BKN, Pelantikan PPPK Paruh Waktu Musi Rawas Tertunda.
Rabu 24-09-2025,09:48 WIB
Formasi CPNS 2026 Resmi Dibuka, Ada Lowongan untuk Lulusan SMA/SMK.
Terpopuler
Kamis 05-02-2026,22:06 WIB
Diduga Tersengat Ranjau Babi, Kematian Wanita di Kepahiang Sisakan Tanda Tanya
Kamis 05-02-2026,23:00 WIB
Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Siswi SMA Negeri di Bengkulu Alami Luka Fisik dan Trauma
Jumat 06-02-2026,11:56 WIB
Kasus Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Pelalawan Terkuak dari Bau Menyengat
Jumat 06-02-2026,09:29 WIB
Upaya Pencurian Minyak Mentah Digagalkan, Pertamina Perketat Pengamanan Lapangan Migas di Sumatera Selatan
Jumat 06-02-2026,10:00 WIB
Mobil Innova Terjun ke Jurang di Sumber Agung, Tak Ada Korban Jiwa
Terkini
Jumat 06-02-2026,20:36 WIB
Motor dan Puluhan Paket Raib, Kurir J&T Jadi Korban Pencurian di Kepahiang
Jumat 06-02-2026,16:52 WIB
Sinergi Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Muara Beliti Ikut Panen Raya Melon Inhalton
Jumat 06-02-2026,16:42 WIB
Prestasi Kembali Ditorehkan, Lapas Narkotika Muara Beliti Terima Apresiasi Kakanwil Ditjenpas Sumsel
Jumat 06-02-2026,16:14 WIB
Kabar Baik! Mudik Gratis Kereta Api 2026 Dibuka untuk Warga Sumsel
Jumat 06-02-2026,14:57 WIB