Sebelum Nonton "Gowok: Kamasutra Jawa", Baca Dulu 5 Hal Penting Ini

Minggu 08-06-2025,07:00 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Film ini mengambil latar waktu 1930-an hingga 1960-an, melewati era kolonial, kemerdekaan, hingga masa gejolak politik. Hanung menampilkan nuansa lokal kuat dari Kebumen, Jawa Tengah, lengkap dengan dialog dalam Bahasa Ngapak dan elemen budaya serta sosial-politik yang khas dari masa ke masa.

4. Ada Trigger Warning

Karena memuat konten kekerasan fisik, darah, pelecehan seksual, penggunaan senjata tajam, hingga bunuh diri, penonton disarankan untuk menyaksikan dengan kesiapan mental. Film ini juga bisa memicu trauma bagi sebagian orang, sehingga kehati-hatian sangat dianjurkan.

5. Penuh Skandal dan Kejutan

Gowok: Kamasutra Jawa menghadirkan kisah yang berani, emosional, dan tak terduga. Dalam durasi 124 menit, penonton akan diajak menyusuri kehidupan Ratri yang sarat skandal, seksualitas, dan pengkhianatan. Film ini juga mempertemukan aktor-aktor ternama seperti Lola Amaria, Reza Rahadian, Raihaanun, Devano Danendra, dan Djenar Maesa Ayu dalam satu layar.

BACA JUGA:Gagal Berangkat Haji, Ini yang Dilakukan Ruben Onsu Saat Idul Adha 2025: “Rencana Allah Lebih Indah”

BACA JUGA:Usia 50 Tahun Boleh Makan Daging Kambing? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Akting yang Memukau & Momen Reuni

Film ini menjadi ajang comeback Lola Amaria sebagai aktris layar lebar setelah lebih dari satu dekade. Juga menjadi reuni antara Reza Rahadian dan Raihaanun, pasangan akting yang sebelumnya tampil memikat di Layangan Putus the Movie.

Dengan jajaran cast yang solid, sinematografi yang apik, dan naskah yang kuat, Gowok: Kamasutra Jawa diprediksi akan menjadi salah satu film Indonesia paling kontroversial namun juga paling dibicarakan tahun ini.

BACA JUGA:Seharga Mobil, Ini Spesifikasi Jam Tangan Rolex Hadiah Prabowo untuk Pemain Timnas Indonesia

BACA JUGA:Idul Adha Jadi Momentum, BRI Peduli Tingkatkan Produktivitas Peternak Domba di Desa BRILiaN Sukalaksana Garut

Kesimpulan:

"Gowok: Kamasutra Jawa" bukan sekadar tontonan, tetapi juga refleksi sosial dan budaya tentang seksualitas, perempuan, dan sejarah dalam bingkai lokalitas yang kuat. Film ini menantang penonton untuk melihat sisi lain dari budaya Jawa yang kerap disembunyikan.

BACA JUGA:Libur Idul Adha, Nasabah BRI Tetap Dapat Bertransaksi Melalui Layanan Digital Hingga Layanan Weekend Banking

BACA JUGA:Dukung Kelestarian Lingkungan, BRI Perkuat Aksi Daur Ulang Limbah dan Reduksi Emisi Operasional Perusahan

Kategori :