Selain meminta bantuan pembinaan, Dian juga mengadukan kondisi keuangan yang memprihatinkan. Rumah yang ia bangun hasil kerja di Arab Saudi untuk keempat anaknya terancam disita bank.
“Rumah satu-satunya itu sudah digaris polisi, tinggal tunggu waktu disita. Kalau bisa dipertahankan, itulah harapan saya, karena saya tidak punya apa-apa lagi,” tutur Dian dengan nada memelas.
Namun untuk hal ini, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa bantuan keuangan masih akan dipertimbangkan, karena fokus utama saat ini adalah pemulihan mental dan perilaku Rehan.
BACA JUGA:Cara Simpel Miliki Pendapatan Tambahan, Ini Solusi Terbaik dari BRILink
Penutup
Kisah ini menjadi cermin betapa pentingnya dukungan sosial, lingkungan yang sehat, dan ketegasan dalam menangani kecanduan narkoba, terutama bagi generasi muda. Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa kepemimpinan yang humanis masih sangat dibutuhkan di tengah kompleksitas masalah sosial saat ini.
Langkah ibu Dian mencari pertolongan ke luar provinsi adalah bentuk keputusasaan sekaligus seruan nyata bagi semua pihak — pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga aparat penegak hukum — untuk lebih peduli dan proaktif dalam menangani krisis narkoba di Sumatera Selatan dan daerah lain.
BACA JUGA:Peroleh Akses Pembiayaan BRI, UMKM Penyuplai Makan Bergizi Gratis Sukses Tingkatkan Kapasitas Dapur
BACA JUGA:Pasar Semrawut dan Rawan Pungli, Pemkot Lubuklinggau Siapkan Transformasi UPT Jadi PD Pasar.