BACA JUGA:Ibu Asal Lubuklinggau Datangi Dedi Mulyadi Minta Anaknya Dibina:
Hasil: Keringat Pasangan = Terapi Emosional
Hasilnya mengejutkan: wanita yang mencium kaus milik pasangannya menunjukkan kadar kortisol yang lebih rendah dibandingkan wanita yang mencium kaus milik orang asing atau yang belum pernah dipakai. Selain itu, mereka juga mengaku merasa lebih tenang dan rileks saat menjalani simulasi.
"Banyak orang memakai pakaian pasangannya atau tidur di sisi tempat tidur pasangannya saat sedang berjauhan, tapi mereka tidak sadar mengapa itu menenangkan," jelas Marlise Hofer, salah satu peneliti.
"Temuan kami menunjukkan bahwa aroma pasangan itu sendiri, bahkan tanpa kehadiran fisik mereka, bisa menjadi alat yang kuat untuk meredakan stres," tambahnya dalam kutipan yang dimuat di Live Science (Minggu, 29/4).
BACA JUGA:Wanita Muda di Palembang Jadi Korban Begal Payudara Saat Berkendara, Polisi Lakukan Penyelidikan.
BACA JUGA:Benarkah Kita Generasi Terakhir yang Bisa Melihat Kunang-kunang? Ini Kata Para Ahli
Mengapa Wanita yang Jadi Subjek?
Penelitian ini juga mencatat bahwa wanita dipilih sebagai subjek karena secara ilmiah, wanita memiliki indra penciuman yang lebih tajam dibandingkan pria. Dengan kemampuan ini, wanita bisa lebih sensitif terhadap aroma tubuh yang familiar dan penuh makna emosional.
BACA JUGA:Baoxia Liu: Wanita Buronan Termahal Dunia, Dihargai Rp. 245 Miliar oleh FBI
BACA JUGA:Dua Pegawai PDAM di Maros Ditangkap karena Aniaya Anak Saat Main Bola
Potensi Aplikasi dalam Kehidupan Nyata
Temuan ini membuka peluang baru untuk terapi stres berbasis emosi dan hubungan pribadi, terutama bagi pasangan yang sedang berjauhan karena pekerjaan, pendidikan, atau situasi lainnya.
Membawa pakaian pasangan, mengenakan jaketnya, atau sekadar menyimpan sapu tangan dengan aromanya dapat menjadi cara sederhana namun efektif untuk meredakan stres saat menghadapi tekanan atau rasa cemas.
BACA JUGA:Ilmuwan Jepang Ciptakan Alat Perekam Mimpi yang Bisa Diputar Ulang dalam Bentuk Video