“Jadi seragam gratis untuk SD sampai SMP itu akan dilakukan bulan delapan, saya minta maaf atas keterlambatan ini,” kata Yoppy.
BACA JUGA:Wapres Gibran Disomasi: Dicap Noda Hitam Ketatanegaraan, Diminta Mundur Dalam 7 Hari
BACA JUGA:10 Hero Mobile Legends Untuk Pemula, Nggak Perlu Fast Hand!
Penjelasan Tambahan dari Dinas Pendidikan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Firdaus Abky, menambahkan bahwa berdasarkan arahan dari Kementerian Keuangan dan saran dari BPKP, pelaksanaan program ini tidak harus dilakukan di awal tahun ajaran.
“Kalau dilakukan di awal, bisa bertabrakan dengan program bantuan pusat untuk masyarakat tidak mampu,” ujar Firdaus.
Firdaus juga menekankan bahwa program ini bukan hanya ditujukan untuk siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi untuk seluruh siswa SD dan SMP di Lubuklinggau guna menciptakan pemerataan dan keadilan sosial.
“Karena yang tidak mampu sudah dapat bantuan pusat, maka kita bisa menyasar semua siswa,” tambahnya.
BACA JUGA:Wagub Sumsel Cik Ujang Ultimatum Pengusaha Tambang: Setahun Harus Buat Jalan Sendiri
BACA JUGA:China Kembangkan Drone Mungil Seukuran Nyamuk untuk Misi Spionase
Komitmen Pemerintah Kota
Program seragam sekolah gratis merupakan salah satu janji kampanye utama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau saat ini. Meski mengalami penundaan, Pemerintah Kota memastikan bahwa komitmen tersebut tetap akan direalisasikan dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru Juli 2025: Mulai Rp 1 Jutaan, Ada POCO F7 Ultra hingga Xiaomi 15.
Kesimpulan
Keterlambatan realisasi program seragam gratis untuk siswa SD dan SMP di Kota Lubuklinggau disebabkan oleh kendala regulasi keuangan. Pemerintah Kota melalui Wali Kota dan Dinas Pendidikan telah menyampaikan penjelasan dan permohonan maaf kepada masyarakat, sembari memastikan bahwa program akan tetap berjalan, dengan target distribusi pada bulan Agustus atau sebelum HUT Kota.