SILAMPARITV.CO.ID - Di tengah ketatnya persaingan kerja global, kisah seorang pria asal Tiongkok, Ding Yuanzhao, mencuri perhatian publik. Meski memiliki latar pendidikan luar biasa dari universitas-universitas top dunia, termasuk Oxford University dan Nanyang Technological University (NTU), Ding kini bekerja sebagai ojol pengantar makanan di Beijing.
BACA JUGA:Duduk Sendiri di Kelas, Rohmat Satu-satunya Siswa Baru SDN 1 Kendalrejo Tahun Ajaran 2025/2026.
BACA JUGA:Makan Telur Setiap Hari Bikin Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?
“Ojol dengan Pendidikan Tertinggi”
Ding Yuanzhao dijuluki warganet sebagai “pengantar makanan dengan jenjang pendidikan tertinggi” setelah videonya viral di media sosial Tiongkok. Dalam video tersebut, ia memberikan semangat kepada para siswa yang baru saja mengikuti ujian Gaokao, ujian nasional masuk perguruan tinggi di China.
“Jika Anda belum mencapai hasil yang baik, jangan pesimis atau berkecil hati. Jika Anda telah berhasil, ingatlah bahwa usaha kebanyakan orang tidak terlalu berpengaruh,” kata Ding dalam unggahan videonya.
Pesannya menyentuh banyak orang dan menimbulkan diskusi hangat mengenai realita pasar kerja yang makin keras, bahkan bagi lulusan berprestasi sekalipun.
BACA JUGA:Viral Duda Asal Jember 'Menikahi' Pemuda Lombok, Pamer Foto Prewedding dengan Baju Adat Jawa.
BACA JUGA:PPG Guru Tertentu 2025 Kembali Dibuka, Cek Syarat dan Alurnya di Sini!
Jejak Pendidikan Cemerlang
Perjalanan akademik Ding memang tak main-main. Ia berasal dari Provinsi Fujian, dan pada tahun 2004 berhasil menembus Universitas Tsinghua, salah satu kampus paling bergengsi di Tiongkok, dengan skor hampir sempurna dalam Gaokao (sekitar 700 dari 750 poin).
Setelah menyelesaikan sarjana di bidang kimia, ia melanjutkan magister teknik energi di Universitas Peking. Tak berhenti di situ, Ding meraih gelar doktor (S3) di bidang biologi dari NTU Singapura, lalu mengambil magister lagi di bidang keanekaragaman hayati di Oxford University, Inggris. Ia bahkan sempat menjalani penelitian postdoc di Universitas Nasional Singapura (NUS) hingga kontraknya berakhir pada Maret 2024.
BACA JUGA:Tatapan Pasrah Nenek Fatimah: Diserahkan ke Griya Lansia oleh 4 Anak Kandungnya
BACA JUGA:H. Rachmat Hidayat Resmi Dilantik sebagai Ketua Mabicab Pramuka Lubuk Linggau 2025–2030
Dari Laboratorium ke Jalanan