Kesehatan Netanyahu pun kerap dikaitkan dengan keputusannya terkait konflik tersebut. Banyak pihak, baik dari dalam negeri maupun luar, mempertanyakan kestabilan kepemimpinannya di tengah krisis kemanusiaan yang belum terselesaikan.
BACA JUGA:Agrosociopreneurship PHE Jambi Merang yang Mengubah Wajah Desa
BACA JUGA:Prabowo: Pengangguran dan Kemiskinan Absolut di Indonesia Turun, BPS yang Bilang.
Desakan Publik Terus Menguat
Sejak tahun lalu, protes besar-besaran terus terjadi di berbagai kota di Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem. Rakyat menuntut diakhirinya kekerasan dan mengecam tindakan brutal terhadap warga sipil Palestina.
Meskipun menghadapi tekanan dan kondisi kesehatan yang memburuk, Netanyahu tetap mempertahankan kebijakan militernya. Namun, dengan munculnya kembali masalah kesehatan ini, tak sedikit yang menduga masa kepemimpinannya bisa memasuki fase akhir, terlebih jika kondisi memburuk.
BACA JUGA:Tak Kunjung Diangkat P3K, Guru Honorer di Ciamis Alih Profesi Jadi Tukang Parkir.