Di tengah deretan kisah tragis, satu cerita memberikan secercah harapan. Seorang wanita di Tiongkok hamil dari pria lain karena sang suami diketahui tidak subur. Namun, alih-alih marah atau menceraikan, sang suami justru memeluk kenyataan dengan hati lapang.
"Apakah kamu ingin mempertahankan bayi itu?" tanyanya. Saat sang istri mengangguk, ia berkata, "Kalau begitu, mari kita simpan saja. Kamu akan menjadi ibu. Dan aku, jika kamu mengizinkan, akan menjadi ayah."
Mereka merawat anak tersebut bersama, dan kemudian berhasil mendapatkan anak kedua melalui program bayi tabung. Kini mereka hidup bahagia dengan dua anak yang dicintai tanpa syarat.
BACA JUGA:Benarkah Amplop Kondangan Bakal Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkap dari DJP
BACA JUGA:Program Srikandi Sahabat Anak UID S2JB, Hadirkan Harapan Baru untuk Generasi Muda Merangin
Penutup
Ketiga kisah ini menjadi cerminan kompleksitas rumah tangga—di mana cinta, kepercayaan, pengkhianatan, dan pengorbanan saling bersilang. Ada yang memilih jalan cerai, ada pula yang memilih memaafkan dan bangkit bersama. Internet pun ramai dengan opini, tanggapan sinis, dan simpati terhadap para tokoh kisah nyata ini.
BACA JUGA:PLN Hadirkan Fitur Lifestyle di PLN Mobile, Siap Jadi Bagian dari Gaya Hidup Masyarakat
BACA JUGA:15 Pekerjaan yang Diprediksi Berkembang Pesat di 2025–2030, Big Data hingga Energi Terbarukan.