"Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, terutama para orang tua dan remaja, untuk tidak menggunakan jalur rel sebagai tempat melintas atau bermain," tegas AKP Nyoman Sutrisno.
Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak perkeretaapian dan pemerintah daerah untuk mengkaji keamanan jembatan rel yang kerap dijadikan jalur alternatif oleh warga.
BACA JUGA:Pungli Rp. 15.000 Berujung Pencopotan Kepala Sekolah: Ini Kronologi Lengkapnya
BACA JUGA:Benarkah Amplop Kondangan Bakal Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkap dari DJP
Tangis Duka Menyelimuti Keluarga
Suasana duka menyelimuti rumah korban di Kelurahan Jukung. Keluarga tak menyangka hari biasa itu berakhir dengan tragedi yang merenggut nyawa putra mereka. Teman-teman korban yang selamat pun masih syok dan terus didampingi oleh orang tua serta pihak berwenang untuk mendapatkan pemulihan psikologis.
BACA JUGA:Program Srikandi Sahabat Anak UID S2JB, Hadirkan Harapan Baru untuk Generasi Muda Merangin
BACA JUGA:PLN Hadirkan Fitur Lifestyle di PLN Mobile, Siap Jadi Bagian dari Gaya Hidup Masyarakat
Penutup
Insiden ini kembali mengingatkan betapa pentingnya edukasi keselamatan bagi anak-anak dan remaja, terutama yang tinggal di sekitar jalur rel kereta api. Jalur rel bukan tempat bermain atau jalur alternatif—satu langkah salah bisa berakibat fatal.
BACA JUGA:15 Pekerjaan yang Diprediksi Berkembang Pesat di 2025–2030, Big Data hingga Energi Terbarukan.
BACA JUGA:Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan, Pemkab Mura Perkuat Sistem Pengendalian Intern