Ironisnya, Kecamatan Gondang dikenal sebagai wilayah agraris yang religius dan menjunjung tinggi tradisi serta gotong royong. Tindakan ketiga anak ini mencoreng citra masyarakat yang selama ini dikenal menjunjung nilai-nilai moral dan religius.
BACA JUGA:Lubuk Pakam Kembali Diguncang Kasus Gantung Diri: Pria Lajang Ditemukan Tewas di Kanopi Rumah
Penutup
Aksi yang dilakukan oleh ketiga anak ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat bahwa simbol negara bukan untuk dijadikan media ekspresi sembarangan. Solidaritas kepada isu internasional boleh saja dilakukan, namun tidak boleh mengorbankan kehormatan dan harga diri bangsa sendiri.
BACA JUGA:Titik Panas di Sumsel Tembus 2.424, Sembilan Daerah Masuk Zona Rawan Karhutla.