Mulailah dengan menu tunggal (single ingredient), lalu naik ke menu 4 bintang (karbo, protein hewani, sayur, lemak).
BACA JUGA:Perjuangan Tak Selalu Mulus, Polisi di Inhil Tergelincir Masuk Parit Saat Menuju Titik Api Karhutla.
5. Bangun Rutinitas Makan yang Positif
Agar bayi tidak GTM (Gerakan Tutup Mulut), penting membangun rutinitas sejak awal:
Jadwal makan teratur
Duduk di high chair atau kursi aman
Hindari gadget/TV saat makan
Jangan memaksa, tapi tawarkan lagi di waktu berbeda
Rutinitas yang konsisten akan membentuk pengalaman makan yang menyenangkan.
BACA JUGA:Dari Rp. 1 Juta ke Rp. 4,5 Juta, Pedagang Pasar Inpres Resah! Walikota Angkat Bicara
BACA JUGA:Tragis! Penonton Judi Sabung Ayam di Bali Tewas Diserang Ayam Aduan
6. Perhatikan Respons Bayi dan Konsistensi
Awali dengan menu tunggal selama 3 hari untuk melihat apakah bayi alergi atau mengalami sembelit. Jika bayi menolak makanan baru, tetap tenang dan terus konsisten. Perlu waktu bagi bayi menerima rasa dan tekstur yang belum dikenalnya.
7. Jangan Bandingkan dengan Bayi Lain
Setiap bayi unik. Hindari membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Fokus pada kebutuhan dan perkembangan si kecil. Jangan stres jika bayi teman makan lahap sementara anak kita masih belajar.