Kenali Arti Perubahan Warna Gigi, Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Serius

Kamis 21-08-2025,11:39 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Gigi Cokelat atau Kehitaman: Peringatan untuk Perokok dan Pecandu Gula

Warna cokelat pada gigi sering kali terkait erat dengan kebiasaan merokok atau konsumsi gula berlebihan. Nikotin dan tar dari rokok dapat menodai enamel gigi secara permanen, membentuk noda cokelat yang sulit dihilangkan hanya dengan sikat gigi biasa.  Selain itu, konsumsi gula yang tinggi memicu pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, yang menghasilkan asam dan plak. Jika tidak dibersihkan, plak bisa mengeras menjadi karang gigi berwarna cokelat dan menyebabkan kerusakan gigi (karies). Dalam beberapa kasus, noda cokelat juga bisa menjadi tanda karies gigi yang sudah dalam atau infeksi pulpa (saraf gigi), terutama jika disertai rasa ngilu atau nyeri saat mengunyah.

BACA JUGA:Sadis! Hariz Keliling Weleri Bawa Pisau, Buru ODGJ hingga Tewas Ditusuk.

BACA JUGA:Keadilan: The Verdict (2025) – Aksi Balas Dendam yang Mengguncang Dunia Hukum

Gigi Abu-abu atau Kehitaman Tanpa Noda Luar: Tanda Gigi Mati atau Trauma

Perubahan warna gigi menjadi abu-abu atau kehitaman dari dalam (intrinsik) bisa menjadi tanda bahwa pulpa gigi telah mati atau mengalami nekrosis. Kondisi ini biasanya terjadi setelah gigi mengalami trauma, seperti terbentur keras, jatuh, atau cedera olahraga.  Ketika pembuluh darah dan saraf di dalam gigi rusak, darah bisa membeku di rongga pulpa, menyebabkan perubahan warna yang mirip memar. Gigi yang mengalami nekrosis sering kali tidak terasa sakit di awal, tetapi jika tidak ditangani, bisa berkembang menjadi abses gigi atau infeksi tulang rahang.  Dalam kasus lain, perubahan warna abu-abu juga bisa terjadi akibat perawatan saluran akar yang tidak sempurna atau efek samping dari bahan tambal tertentu.

BACA JUGA:7 Manfaat Konsumsi Pepaya Setiap Hari, Salah Satunya Bantu Cegah Gagal Ginjal

BACA JUGA:The Long Walk (2025): Pertaruhan Hidup dan Mati dalam Adaptasi Distopia Stephen King

Gigi Biru atau Ungu: Bisa Terkait dengan Masalah Darah atau Obat-obatan

Warna gigi yang cenderung kebiruan atau keunguan jarang terjadi, tetapi bisa menjadi indikator kondisi medis yang lebih serius. Salah satu penyebabnya adalah gangguan pada produksi hemoglobin, seperti thalassemia atau anemia berat, yang dapat memengaruhi oksigenasi jaringan dan menyebabkan perubahan warna pada jaringan lunak maupun keras, termasuk gigi.  Selain itu, penggunaan antibiotik seperti tetracycline selama masa pertumbuhan gigi (pada anak-anak di bawah usia 8 tahun) dapat menyebabkan gigi berwarna abu-abu kebiruan secara permanen. Obat antipsikotik dan antihistamin tertentu juga dikaitkan dengan perubahan warna gigi sebagai efek samping jangka panjang.

BACA JUGA:Jenis-Jenis Cacing yang Bisa Masuk ke Tubuh Manusia dan Cara Mencegahnya

BACA JUGA:Misteri Kematian Pasutri di Pemalang Terungkap, Dukun Ibin Racuni Korban dengan Kopi Beracun.

Gigi Putih Bercak atau Berbintik: Tanda Fluorosis atau Defisiensi Enamel

Bercak putih pada gigi sering dianggap sebagai tanda gigi bersih, padahal bisa jadi merupakan gejala awal **fluorosis gigi** — kondisi akibat konsumsi fluoride berlebihan saat gigi masih dalam masa perkembangan (usia 0–8 tahun). Fluorosis ringan biasanya hanya menimbulkan bercak putih kecil, tapi jika parah bisa menyebabkan enamel pitting dan kerusakan struktur gigi.  Bercak putih juga bisa menjadi tanda **hipoplasi enamel** atau **defisiensi enamel**, yaitu kondisi di mana lapisan enamel tidak terbentuk sempurna. Ini bisa disebabkan oleh infeksi saat bayi, kekurangan nutrisi, atau faktor genetik.

BACA JUGA:Dracula: A Love Tale – Kisah Cinta Abadi Sang Vampir Hadir di Bioskop Indonesia Agustus 2025

BACA JUGA:6 Resep Asem-Asem Daging Sapi dan Variasinya, Inspirasi Olahan Daging Kurban

Kategori :