“Itu teman sekelas, namun tidak dalam bentuk kekerasan. Mungkin mendapatkan informasi terkait dengan praktik khitan, sehingga meniru dengan gunting. Dia tidak tahu konsep bahwa itu berbahaya,” jelas Dwi.
BACA JUGA:Aksi Nekat Siang Bolong, Maling Motor di Musi Rawas Diamankan Usai Babak Belur.
BACA JUGA:Daihatsu Jawab Keluhan Pengemudi: Gran Max Blind Van Kini Hadir dengan Transmisi Otomatis
Kronologi Kejadian
Dwi menjelaskan, siswa TK Aisyiyah di Kelurahan Sangkrah itu awalnya mengikuti kegiatan prakarya dengan gunting. Setelah kegiatan selesai, gunting dikumpulkan. Namun, entah bagaimana salah satu anak kembali mengambilnya tanpa pengawasan guru.
Anak tersebut kemudian menggunakan gunting itu seolah-olah sedang melakukan praktik khitan. Akibatnya, alat vital korban terluka dan harus mendapatkan perawatan.
“Anak itu tidak sadar bahwa perbuatannya bisa mencelakakan orang lain. Mereka masih usia PAUD, sekitar 4-5 tahun, jadi wajar belum paham,” kata Dwi.
Kejadian ini terjadi pada Kamis (11/9), ketika guru diduga sedang tidak mengawasi langsung anak-anak.
BACA JUGA:Sinopsis The SpongeBob Movie: Search for SquarePants, Tayang di Bioskop Desember 2025!
BACA JUGA:Mengapa SPBU Shell Kosong Terus? Ini Penjelasan Resmi dan Dampaknya bagi Konsumen
Langkah Penanganan
Dinas Pendidikan Kota Solo memastikan kasus ini akan ditangani dengan serius, baik dari sisi pemulihan korban maupun evaluasi sistem pengawasan di sekolah. Selain itu, pihak keluarga juga menekankan pentingnya pemulihan trauma agar korban tidak takut kembali bersekolah.
BACA JUGA:Pesugihan Sate Gagak: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Horor Komedi Mistis
BACA JUGA:Pamer 4 Istri Saat Kampanye, Kini Harta Kekayaan Walikota Prabumulih H Arlan Disorot KPK.
Catatan Penting
Kasus ini menjadi peringatan bagi sekolah dan orang tua mengenai pentingnya edukasi keamanan penggunaan alat prakarya bagi anak-anak usia dini, serta pengawasan ekstra agar kejadian serupa tidak terulang kembali.