“Orang tua siswa ini tidak bergerak. Tidak ada respon yang dilakukan saat anaknya pukul Pak Mauluddin,” kata Nurafiah.
Akibat pemukulan, Mauluddin mengalami luka terbuka di bagian hidung dan lebam pada punggung, hingga belum bisa kembali mengajar karena kondisinya belum stabil.
BACA JUGA:The Super Mario Galaxy Movie: Petualangan Baru Mario di Luar Angkasa, Tayang April 2025!
BACA JUGA:Aksi Nekat Siang Bolong, Maling Motor di Musi Rawas Diamankan Usai Babak Belur.
Perbedaan Keterangan Orang Tua
Sementara itu, ayah MR, Aiptu Rajamuddin, memberikan keterangan berbeda. Ia mengaku sempat melerai anaknya.
“Saya berdiri dan melerai. Saya juga memarahi anak saya dan menyuruhnya minta maaf,” katanya.
Rajamuddin juga menyampaikan permohonan maaf. “Saya selaku orang tua menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Mauluddin, pihak sekolah, insan pendidikan, serta masyarakat Sinjai atas kegaduhan yang terjadi.”
Namun, kesaksian itu dibantah oleh Nurafiah. Ia menegaskan Rajamuddin hanya duduk sekitar dua meter dari lokasi tanpa mencegah pemukulan. MR akhirnya berhenti setelah dileraikan oleh orang tua siswa lain.
BACA JUGA:Daihatsu Jawab Keluhan Pengemudi: Gran Max Blind Van Kini Hadir dengan Transmisi Otomatis
BACA JUGA:Sinopsis The SpongeBob Movie: Search for SquarePants, Tayang di Bioskop Desember 2025!
Sikap Sekolah dan PGRI
Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak sekolah mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan MR dari SMAN 1 Sinjai.
“Kita sudah rapat bersama guru. Hasilnya, murid ini dikeluarkan. Supaya ada efek jeranya. Kalau mau pindah sekolah, silakan,” tegas Suardi.
Ketua PGRI Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, turut prihatin. “Sebagai organisasi profesi guru, kami turut prihatin,” ujarnya.
Ia menegaskan PGRI akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami bersama pengurus PGRI Sinjai akan mengawal proses tersebut. Kami juga meminta pihak sekolah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Sulsel.”