Dualisme Takhta Keraton Surakarta: Konflik Panjang yang Kembali Memanas Hingga Muncul Dua Raja Baru

Jumat 14-11-2025,10:58 WIB
Reporter : Chelsea
Editor : Chelsea

Sementara itu, rapat keluarga besar dipimpin Maha Menteri KGPA Tedjowulan melantik:

KGPH Mangkubumi (putra tertua PB XIII)

yang kemudian mengukuhkan diri sebagai raja dengan gelar:

Paku Buwono XIV

Kubu Dewan Adat menegaskan bahwa hak takhta berada pada putra laki-laki tertua bila raja wafat tanpa menunjuk permaisuri resmi.

Kini, Muncul Dua Raja Baru

Dengan dua penobatan berbeda, Keraton Surakarta kembali menghadapi dualisme kepemimpinan:

  • Paku Buwono XIV – versi KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo (GPH Purbaya)
  • Paku Buwono XIV – versi KGPH Mangkubumi
  • Situasi ini mengulang konflik suksesi era 2004 dengan konfigurasi politik dan dukungan keluarga yang hampir serupa.

    Hingga kini, upaya mediasi masih dibutuhkan agar Keraton Surakarta sebagai pusat budaya Jawa dapat kembali stabil.

    BACA JUGA:Rebus atau Kukus? Ini Cara Memasak Sayur yang Tak Hilangkan Vitamin

    BACA JUGA:11 Kebiasaan Orang Cerdas yang Membedakan dari Kebanyakan Orang

    Kategori :