Jelang Lebaran, BGN Alihkan Menu MBG dari Telur ke Lele

Sabtu 10-01-2026,13:12 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Nanik menambahkan, kebijakan diversifikasi menu sebenarnya bukan hal baru. Langkah serupa telah diterapkan saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan terbukti efektif menahan laju kenaikan harga telur di pasaran.

“Sudah pernah kita imbau waktu Nataru. Kita minta supaya jangan banyak pakai telur agar masyarakat yang merayakan Natal tidak terkena harga tinggi, dan itu berhasil,” jelasnya.

Pada periode tersebut, BGN bersama SPPG mengalihkan menu ke sumber protein lain, seperti daging sapi, sehingga tekanan permintaan terhadap telur dapat ditekan.

“Nah sekarang juga begitu. Kita lakukan diversifikasi ke pangan lain,” tambah Nanik.

BACA JUGA:Terobosan Teknologi! Finlandia Berhasil Kirim Listrik Tanpa Kabel Seperti Wi-Fi

BACA JUGA:Perkawinan Siri Tak Bisa Dipidana, Begini Tafsir UU Perkawinan dan KUHP Baru

Jaga Harga dan Gizi Tetap Seimbang

Menurut BGN, langkah diversifikasi menu tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga memastikan asupan gizi yang seimbang bagi penerima manfaat program MBG. Ketergantungan pada satu jenis bahan pangan dinilai berisiko, terutama menjelang hari besar keagamaan.

BGN menilai, setiap menjelang Lebaran, permintaan bahan pokok tertentu seperti telur hampir selalu meningkat tajam. Oleh karena itu, program pemerintah berskala besar perlu melakukan penyesuaian konsumsi agar tidak memperparah lonjakan harga di pasar.

Dengan kebijakan ini, BGN berharap program MBG tetap berjalan lancar, kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi, serta harga pangan tetap terkendali menjelang Lebaran.

BACA JUGA:Ramadhan Tak Hentikan Program Makan Bergizi Gratis, BGN Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan

BACA JUGA:Coffee Morning Rutin Jadi Wadah Evaluasi dan Penguatan Soliditas Pegawai Lapas Narkotika Muara Beliti

Kategori :