Pengembangan wisata kesehatan diharapkan dapat menarik wisatawan domestik maupun luar daerah yang membutuhkan layanan kesehatan sekaligus berwisata.
BACA JUGA:Kecelakaan Tunggal di Muara Beliti, L300 Terjun ke Parit Usai Ban Pecah
BACA JUGA:Kakek di Lubuklinggau Diserang Orang Tak Dikenal Seusai Pulang dari Masjid
Sport Tourism Jadi Daya Tarik Baru
Tak kalah penting, Pemprov Sumsel juga mendorong pengembangan wisata olahraga dengan memadukan aktivitas sport dan destinasi alam. Salah satu contoh yang telah berjalan adalah Dempo Run 2025 di Kota Pagar Alam.
Ke depan, Disbudpar Sumsel juga berencana menghadirkan event lari di kawasan Danau Ranau.
“Nanti kita juga akan menghadirkan event lari di kawasan Danau Ranau, yang tujuannya untuk menarik minat wisatawan datang sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” imbuhnya.
BACA JUGA:Point Billiard & Cafe Hadir di Lubuklinggau, Wadah Hobi Positif dan Penggerak Ekonomi Daerah
BACA JUGA:Jarang Diketahui, Ini 5 Manfaat Air Rebusan Kayu Manis untuk Kesehatan
Masalah Keamanan Masih Jadi Sorotan
Meski optimistis, Vita mengakui bahwa isu keamanan di sejumlah destinasi wisata masih menjadi pekerjaan rumah. Salah satunya di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, yang kerap dilaporkan terjadi tindak kriminal dan pungutan liar.
“Ini memang menjadi keresahan kita bersama. Dan ini sudah dikomunikasikan dengan pihak Polda, seperti Pamobvit dan Poltabes, terkait persoalan tersebut,” tuturnya.
Disbudpar Sumsel berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
BACA JUGA:Anti Gagal! Cara Membuat Bolu Kukus Lembut Pakai Magic Com, Pemula Pasti Bisa
BACA JUGA:Jelang Lebaran, BGN Alihkan Menu MBG dari Telur ke Lele
Optimisme Capai Target 2026