Heboh Video Guru Diduga Dikeroyok Murid di Jambi, Disdik Ambil Langkah

Kamis 15-01-2026,09:50 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Tak hanya itu, video lanjutan juga memperlihatkan guru tersebut mengejar sejumlah siswa sambil membawa senjata tajam jenis celurit, yang kembali memicu reaksi publik.

BACA JUGA:Pegawai SPPG Berstatus PPPK? Simak Jabatan yang Berhak dan Gaji Bulanan

BACA JUGA:Cari Pakan Ternak, Warga Purwodadi Musi Rawas Diserang Buaya di Sungai Lesing

Pengakuan Guru

Guru yang terlibat dalam insiden tersebut, Agus Saputra, mengungkapkan kronologi kejadian versi dirinya. Ia mengatakan peristiwa bermula saat dirinya berjalan di depan kelas dan mendengar salah satu siswa melontarkan kata-kata yang dinilai tidak sopan.

“Saat proses belajar berlangsung, saya ditegur dengan kata-kata yang tidak pantas. Saya merasa itu tidak menghormati saya sebagai guru,” ujar Agus, Rabu (14/1), dikutip dari detikSumbagsel.

Agus kemudian masuk ke kelas dan meminta siswa yang mengucapkan kata tersebut untuk mengaku. Salah satu siswa akhirnya mengakui perbuatannya, namun menurut Agus, siswa tersebut justru menantangnya. Dalam situasi emosi, Agus mengaku sempat menampar siswa tersebut, yang ia sebut sebagai bentuk pendidikan moral.

Namun, tindakan itu memicu kemarahan siswa dan berlanjut ke proses mediasi bersama guru lain. Di sisi lain, sejumlah siswa menuding Agus telah melontarkan perkataan bernada hinaan dengan menyebut kata “miskin”, yang memicu keributan.

Agus membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa pernyataan itu disampaikan dalam konteks motivasi dan bukan untuk merendahkan.

BACA JUGA:Tak Pernah Ajukan Pinjol? Begini Cara Cek NIK KTP Anda

BACA JUGA:Jangan Panik! Ini Aturan Saat Petugas Pajak Datang ke Tempat Usaha

“Saya menyampaikan secara umum, maksudnya memotivasi agar siswa tidak bertingkah sembarangan jika kondisi ekonomi kurang mampu. Tidak ada niat menghina,” jelasnya.

Saat mediasi, Agus mengaku memberi pilihan kepada siswa untuk membuat petisi jika tidak menginginkannya mengajar lagi, atau meminta siswa tersebut untuk berubah. Namun, siswa justru meminta Agus meminta maaf, sehingga mediasi tidak menemukan titik temu.

“Setelah itu saya diajak komite ke kantor, dan di situlah saya dikeroyok oleh beberapa siswa,” ungkap Agus.

BACA JUGA:PLN ULP Pendopo Kunjungi Dinas Perhubungan PALI Bahas Proses Meterisasi PJU

BACA JUGA:Truk Kerupuk Tabrak Gapura Linggau Juara, Sopir Siap Perbaiki Kerusakan

Kategori :