BACA JUGA:Lapas Lubuk Linggau Ikuti Sosialisasi Wartelsuspas dan Intelijen Pemasyarakatan
Di sisi lain, sejumlah warganet mengungkap dugaan bahwa pelaksanaan MBG di Madura didukung oleh pihak investor dengan latar belakang ekonomi kuat. Beberapa komentar menyebut penggunaan mobil mewah tersebut bukan berasal dari anggaran negara, melainkan fasilitas pribadi milik investor.
Menanggapi viralnya isu tersebut, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep, M. Kholilur Rahman, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa penggunaan mobil mewah dalam pendistribusian MBG tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, Badan Gizi Nasional tidak menetapkan jenis kendaraan tertentu yang wajib digunakan dalam pendistribusian MBG. Pemerintah lebih menekankan pada aspek kebersihan, keamanan makanan, serta ketepatan waktu distribusi.
BACA JUGA:Perkuat Komitmen Lapas Bersinar, Lapas Lubuk Linggau Gelar Tes Urine Pegawai dan Warga Binaan
BACA JUGA:Lapas Lubuk Linggau Ikuti Apel Bersama Awal Tahun 2026 Secara Virtual
“Armada distribusi menjadi kebijakan masing-masing dapur SPPG. Yang terpenting makanan sampai ke penerima tepat waktu, aman, bersih, dan layak dikonsumsi,” jelas Kholilur.
Ia berharap polemik terkait penggunaan mobil mewah tersebut tidak mengaburkan tujuan utama program Makan Bergizi Gratis, yakni memastikan pemenuhan gizi anak-anak secara merata demi mendukung tumbuh kembang dan kualitas kesehatan generasi muda.
BACA JUGA:Panen Raya Serentak Pemasyarakatan, Warga Binaan Lapas Lubuk Linggau Buktikan Tetap Produktif
BACA JUGA:Lapas Lubuk Linggau Gelar Pisah Sambut Pejabat Struktural Eselon IV dan V