“Nanti Koperasi Merah Putih kita lengkapi dengan pabrik genteng. Bahan dasarnya tanah, lalu dicampur dengan beberapa zat, termasuk limbah tertentu, supaya gentengnya ringan dan kuat,” jelas Prabowo.
Presiden juga mengungkap hasil kajian akademisi yang menyebutkan abu limbah batu bara berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan campuran genteng berkualitas.
“Saya dapat laporan dari para profesor kita, abu batu bara bisa dicampur dengan tanah dan menghasilkan genteng yang bagus,” ungkapnya.
Inovasi ini dinilai tidak hanya meningkatkan mutu produk, tetapi juga menjadi solusi pengelolaan limbah industri yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.
BACA JUGA:Minyak Jelantah Keruh dan Bau? Ini Cara Menjernihkan dengan Bahan Alami yang Mudah Didapat
BACA JUGA:Resmi Meluncur, Motorola G17 dan G17 Power Usung Baterai Besar di Kelas Entry-Level
Pemerintah Siap Dukung, Daerah Diminta Aktif
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program gentengisasi, baik pada tahap awal produksi maupun setelah implementasi di lapangan. Ia juga meminta para kepala daerah untuk terlibat aktif dan tidak ragu mendorong perubahan di wilayah masing-masing.
“Kita akan bantu sebelum gentengisasi dan sesudah gentengisasi. Ini serius. Bupati, wali kota, yang tidak mau kotanya indah, silakan. Tapi yang mau, ayo kita buat kota, kecamatan, dan desa kita lebih indah,” tegasnya.
Presiden berharap dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia dapat berubah signifikan dan terbebas dari pemandangan atap seng berkarat yang menurutnya mencerminkan kemunduran.
“Wisatawan datang ke Indonesia bukan untuk melihat seng berkarat. Karat itu simbol kemunduran,” pungkas Prabowo.
BACA JUGA:Tak Jera, Residivis Curanmor di Lubuklinggau Kembali Beraksi Usai Bebas dari Penjara
BACA JUGA:Sambut Ramadhan 1447 H, Lapas Narkotika Muara Beliti Perkuat Pembinaan Keagamaan