Penurunan risiko stroke hemoragik ini dinilai cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya faktor gaya hidup lebih sering dikaitkan dengan stroke akibat sumbatan pembuluh darah.
BACA JUGA:Tertangkap Tangan Curi Tabung Gas, Pasangan Suami Istri Berurusan Dengan Polisi Tebing Tinggi
BACA JUGA:Sehari Usai Rilis, Film Melodrama Korea Ini Langsung Kuasai Peringkat Teratas Netflix
Manfaat Lain Diet Mediterania
Sejumlah penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa diet Mediterania berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit lain, seperti demensia, penyakit gusi, depresi, kanker payudara, dan diabetes.
Ahli kardiologi preventif, Dr Andrew Freeman, menyebut temuan ini sejalan dengan studi besar seperti PREDIMED yang telah lama membuktikan manfaat diet Mediterania dalam menurunkan penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, khususnya stroke.
BACA JUGA:Aksi Tawuran Puluhan Remaja di Batu Urip Lubuklinggau Terekam CCTV
BACA JUGA:Klaim Warga Muncul Usai Peresmian Rumah Dinas Kejari Lubuklinggau
Menurutnya, pola makan berbasis nabati utuh dengan lemak sehat memang telah lama dikenal efektif menjaga kesehatan jantung dan otak.
Sementara itu, penulis utama studi, Dr Sophia Wang, menekankan pentingnya temuan ini bagi perempuan yang memasuki masa menopause. Ia menyatakan bahwa meningkatnya risiko stroke pada fase ini dapat ditekan melalui langkah nyata, salah satunya dengan menerapkan pola makan sehat seperti diet Mediterania.
Meski demikian, peneliti mengakui adanya keterbatasan studi, termasuk tidak memantau perubahan pola makan peserta selama dua dekade, seperti variasi konsumsi minyak zaitun. Namun secara keseluruhan, hasil penelitian ini semakin memperkuat bukti bahwa pola makan dominan nabati, utuh, dan ramah pembuluh darah berperan penting dalam pencegahan stroke, terutama pada perempuan usia lanjut.