Pada simpang Indralaya – Meranjat terdapat potensi kepadatan di Km 36+200. Kemudian di ruas Meranjat – Kayuagung pada Km 55, Kayuagung – Simpang Penyandingan pada Km 75+300, serta Simpang Penyandingan – Lampung pada Km 112, Km 122, dan Km 131+800.
BACA JUGA:Pemkot Lubuk Linggau Gelar Operasi Pasar Gas LPG Rp18.500 dan Paket Sembako Murah Untuk Masyarakat
Sementara itu di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) terdapat enam titik rawan kemacetan, yaitu:
- Muara Enim – Simpang Sugihwaras (Km 198, Km 205, Km 208)
- Simpang Sugihwaras – Baturaja (STA 12)
- Batas Musi Rawas – Tebing Tinggi (Km 293+850)
- Yos Sudarso – Lubuklinggau (Km 368+120)
Selain dua jalur utama tersebut, Dishub juga memantau lima titik rawan macet pada jalur penghubung, di antaranya:
- Jalan Lingkar Kota Sekayu (Km 124+500)
- Pagar Alam – Tanjung Sakti – Bengkulu (Km 311+160)
- Prabumulih – Beringin (Km 92+050)
- Simpang Belimbing – Batas Muara Enim (Km 138 dan Km 147)
Faktor Penyebab Kemacetan
Dishub Sumsel mengungkapkan beberapa faktor yang berpotensi memicu kemacetan selama masa mudik Lebaran, di antaranya:
- Tingginya volume kendaraan pemudik
- Aktivitas pasar tumpah di sepanjang jalur utama
- Perlintasan sebidang kereta api
- Kondisi jalan yang menyempit di beberapa titik
BACA JUGA:Pecahkan Rekor! Agak Laen 2 Jadi Film dengan Penonton Terbanyak Sepanjang Sejarah Bioskop Indonesia
BACA JUGA:Mudah! Begini Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Pakai NIK KTP
Antisipasi Arus Mudik Lebaran
Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, Dishub Sumsel bersama kepolisian dan instansi terkait akan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Upaya tersebut meliputi pengaturan lalu lintas, penempatan petugas di titik rawan, serta pemasangan rambu dan informasi lalu lintas bagi pengguna jalan.
Musni menegaskan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Koordinasi lintas instansi terus kami lakukan agar arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Sumsel dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali,” pungkasnya.