Psikolog Ingatkan Cara Sehat Menyikapi Perilaku “Flexing”, Terutama Saat Kumpul Keluarga Lebaran

Rabu 18-03-2026,11:12 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

SILAMPARITV.CO.ID - Fenomena “flexing” atau perilaku memamerkan pencapaian dan kekayaan kerap muncul dalam berbagai situasi sosial, termasuk saat momen berkumpul bersama keluarga pada hari raya. Para ahli mengingatkan agar masyarakat menyikapinya dengan respons yang sehat secara psikologis tanpa terjebak dalam perasaan harus menyaingi apa yang ditampilkan orang lain.

BACA JUGA:Kreasi Kastengel Keju Lumer: 5 Resep Praktis untuk Lebaran 2026

Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Phoebe Ramadina, menjelaskan bahwa ketika menghadapi perilaku pamer atau flexing, respons yang netral merupakan cara paling sehat untuk menjaga keseimbangan emosi.

BACA JUGA:Panduan Lengkap Bayar Fidyah 2026: Besaran Uang hingga Cara Praktis Melalui BAZNAS

Menurutnya, tidak perlu memperpanjang percakapan yang berpotensi mengarah pada kompetisi atau perbandingan.

“Respon yang netral dan tidak memperpanjang diskusi ke arah kompetisi sudah cukup, sambil tetap menyadari bahwa apa yang terlihat belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya,” ujar Phoebe.

BACA JUGA:Mahasiswa di OKI Ditangkap Polisi Usai Gasak Motor di Parkiran Klinik

Fenomena Flexing Saat Momen Lebaran

Phoebe menjelaskan bahwa momen seperti Idul Fitri sering kali memunculkan dinamika perbandingan antaranggota keluarga. Dalam pertemuan besar, sebagian orang mungkin merasa terdorong menunjukkan apa yang telah mereka capai, baik dari segi pekerjaan, gaya hidup, maupun materi.

BACA JUGA:Sinergi Kuat! Lapas Narkotika Muara Beliti Gelar Razia Gabungan Bersama Polri dan BNN

Perilaku tersebut biasanya muncul karena kebutuhan akan validasi atau pengakuan dari lingkungan sekitar bahwa seseorang telah berhasil atau tidak tertinggal dibandingkan anggota keluarga lainnya.

Dalam banyak budaya, kesuksesan sering kali diukur dari pencapaian materi dan status sosial. Hal ini dapat mendorong seseorang untuk menunjukkan simbol keberhasilan tersebut kepada orang lain.

BACA JUGA:Strava Tambah Fitur Baru, Kini Bisa Rekam Basket hingga Kriket dan Pantau Detak Jantung via AirPods

Bisa Berasal dari Rasa Tidak Aman

Lebih lanjut, Phoebe menilai bahwa flexing juga dapat menjadi bentuk kompensasi dari rasa tidak aman atau ketakutan dianggap gagal oleh lingkungan sosial.

Kategori :