Stop Gula dan Tepung Sehari, Ini Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Anda

Senin 30-03-2026,09:17 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

SILAMPARITV.CO.ID - Pola makan modern saat ini sulit dilepaskan dari konsumsi gula dan tepung yang hampir selalu hadir dalam berbagai menu harian. Tanpa disadari, kedua bahan ini menjadi bagian dari kebiasaan makan yang cukup sulit dihindari.

 

Namun, menghentikan konsumsi gula dan tepung, meski hanya selama 24 jam, ternyata dapat memberikan dampak signifikan bagi tubuh. Langkah sederhana ini dinilai mampu membantu memperbaiki berbagai fungsi metabolisme.

BACA JUGA:Tips Lolos SNBT 2026: Cara Hitung Keketatan Prodi dan Panduan Lengkap Pendaftarannya

BACA JUGA:Tetap Bugar dari Rumah, Ini 7 Olahraga Ringan Efektif untuk Membakar Kalori

 

Berikut sejumlah perubahan yang dapat terjadi pada tubuh setelah berhenti mengonsumsi gula dan tepung selama satu hari:

 

1. Gula Darah Menjadi Lebih Stabil

 

Ketika konsumsi gula dan tepung, terutama dari makanan olahan seperti kue, minuman manis, dan soda dihentikan, lonjakan gula darah dapat berkurang secara cepat.

 

Makanan tinggi karbohidrat sederhana mudah diubah menjadi glukosa yang memicu peningkatan gula darah secara tajam. Kondisi ini membuat pankreas melepaskan insulin untuk membantu penyerapan glukosa ke dalam sel.

 

Jika terjadi terus-menerus, lonjakan tersebut dapat memicu resistensi insulin yang menjadi awal dari Diabetes Tipe 2. Dengan mengurangi gula dan tepung, kadar gula darah lebih stabil dan sensitivitas insulin dapat membaik.

BACA JUGA:Remaja Asal Ibul Ditemukan Meninggal Setelah Hanyut di Lubuk Langkap

BACA JUGA:Jangan Salah Cuci! Ini Tips Baju Putih Tetap Kinclong

 

2. Tubuh Melepaskan Kelebihan Cairan

 

Penghentian konsumsi gula dan tepung membuat tubuh mulai menggunakan cadangan glikogen di hati dan otot sebagai sumber energi. Setiap gram glikogen diketahui mengikat sekitar 3–4 gram air.

 

Dalam waktu 24 jam, saat glikogen digunakan, air yang terikat akan ikut dilepaskan. Dampaknya, tubuh terasa lebih ringan dan perut tidak terlalu kembung.

 

Selain itu, kadar insulin yang lebih rendah membantu ginjal membuang kelebihan natrium, sehingga mengurangi retensi cairan dalam tubuh.

BACA JUGA:Pendaki 15 Tahun Asal Lubuklinggau Jatuh Saat Turun Bukit Kaba

BACA JUGA:Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat, Bangsa Kehilangan Sosok Akademisi dan Negarawan

 

3. Perubahan Keinginan Makan (Craving)

 

Gula dan tepung olahan dapat memicu lonjakan dopamin yang berhubungan dengan rasa senang dan keinginan makan berlebih. Hal ini yang membuat seseorang cenderung “ketagihan” makanan manis atau olahan.

 

Ketika konsumsi dihentikan selama 24 jam, tubuh mulai melakukan penyesuaian. Pada awalnya, keinginan makan justru bisa meningkat, namun kondisi ini merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh.

 

Untuk membantu mengatasinya, disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

BACA JUGA:Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026: Ujian Terbesar Skuad Garuda di GBK

BACA JUGA:Peristiwa Duka di Lubuklinggau, Remaja Disabilitas Tertabrak Kereta Api

Kategori :