4. Peradangan Mulai Berkurang
Konsumsi gula dan tepung berlebih dapat memicu peradangan dalam tubuh, salah satunya melalui peningkatan gula darah dan ketidakseimbangan bakteri usus.
Dalam 24 jam setelah dihentikan, peradangan mulai mereda seiring stabilnya gula darah dan menurunnya stres oksidatif. Organ seperti hati dan ginjal juga bekerja membantu membersihkan zat pemicu peradangan.
Dampaknya, keluhan seperti kembung dan “brain fog” atau sulit fokus dapat berkurang.
BACA JUGA:Keren Abis! Empat Ketua OSIS Asal Musi Rawas Masuk 100 Terbaik Sumsel 2026
BACA JUGA:Dua Pelaku Begal Beraksi di Sindang Kelingi, Satu Tertangkap Satu Masih Buron
5. Energi dan Fokus Meningkat
Gula dan tepung sering menyebabkan lonjakan energi yang cepat, namun diikuti penurunan drastis. Ketika konsumsi keduanya dihentikan, tubuh mulai memanfaatkan lemak dan protein sebagai sumber energi yang lebih stabil.
Kondisi ini membantu menjaga energi tetap konsisten sepanjang hari, mengurangi rasa lelah, serta meningkatkan konsentrasi dan kejernihan berpikir.
Meski perubahan ini bisa dirasakan dalam waktu singkat, para ahli tetap menyarankan pola makan seimbang dan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal.