Waspadai Sarapan Tidak Sehat, Kebiasaan Pagi Ini Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Waspadai Sarapan Tidak Sehat, Kebiasaan Pagi Ini Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Kebiasaan kecil yang dilakukan saat pagi hari ternyata dapat berdampak besar bagi kesehatan tubuh, terutama jantung. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pola sarapan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi garam atau rendah serat.
Sarapan memang menjadi salah satu waktu makan penting untuk menjaga energi dan kesehatan tubuh. Namun, jika makanan yang dikonsumsi tidak tepat, kebiasaan ini justru dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung.
BACA JUGA:Ribuan Dapur Program Gizi Dihentikan Sementara, BGN Temukan Masalah Sanitasi dan Dugaan Keracunan
BACA JUGA:Wacana WFH Sepekan Sekali Muncul, DPR Ingatkan Jangan Sampai Jadi Libur Panjang
Ahli jantung Robert Segel menjelaskan bahwa makanan dengan kandungan garam atau natrium tinggi dapat meningkatkan tekanan darah.
“Asupan natrium tinggi menyebabkan tubuh menahan cairan, meningkatkan tekanan darah, dan menaikkan risiko gagal jantung,” kata Segel, dikutip dari laman kesehatan EatingWell, Rabu (25/3/2026).
BACA JUGA:Begini Hukuman Bagi Koruptor Menurut Hukum Islam
BACA JUGA:Konser “BTS: The Comeback Live” Jadi Tayangan Terpopuler Netflix di 77 Negara
Makanan Tinggi Natrium Berisiko bagi Jantung
Makanan yang mengandung natrium tinggi sering kali tersembunyi dalam berbagai makanan olahan, seperti nugget, sosis, roti, serta produk ultra-processed food (UPF) lainnya.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi natrium dalam jumlah tinggi memiliki risiko sekitar 19 persen lebih besar mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang mengonsumsi natrium dalam jumlah rendah.
BACA JUGA:Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.700 per Kg, Ayam Ras Rp43.900
BACA JUGA:Jangan Langsung Dimasak, Ini Jenis Makanan Beku yang Sebaiknya Dicairkan Terlebih Dahulu
Kelebihan natrium juga dapat mengganggu sistem pengatur tekanan darah dalam tubuh, yakni sistem renin-angiotensin, sehingga membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Saat ini, rata-rata konsumsi natrium masyarakat mencapai lebih dari 3.300 miligram per hari. Padahal, American Heart Association merekomendasikan asupan maksimal sekitar 1.500 miligram per hari agar kesehatan jantung tetap optimal.
Selain natrium, makanan olahan seperti daging olahan juga biasanya mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa konsumsi lebih dari 140 gram daging olahan per minggu dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 46 persen.
BACA JUGA:Konser BTS Disaksikan 18,4 Juta Penonton, Jadi Tayangan Terpopuler di Netflix
BACA JUGA:Waspada Modus Penipuan Berkedok Affiliate, Jangan Mudah Tergiur Komisi Besar
Sarapan Rendah Serat Juga Berbahaya
Selain tinggi garam, pola sarapan yang didominasi makanan olahan biasanya juga rendah serat. Padahal, serat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Serat umumnya ditemukan dalam makanan nabati seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta kacang-kacangan. Selain membantu sistem pencernaan, serat juga berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Sayangnya, banyak orang belum memenuhi kebutuhan serat harian yang dianjurkan, yaitu sekitar 28 gram per hari.
BACA JUGA:Begal Jalur Binduriang Dibekuk Saat Menginap di Hotel, Polisi Masih Buru Rekan Pelaku
BACA JUGA:Diduga Langgar UU ITE, Akun Facebook Dilaporkan Owner Linggau Keramik ke Polres Lubuklinggau
Sumber: