SILAMPARITV.CO.ID- Perubahan gaya hidup di era modern ternyata membawa dampak serius bagi kesehatan, termasuk meningkatnya risiko penyakit ginjal pada usia muda. Jika dulu penyakit ini identik dengan usia lanjut atau penderita diabetes, kini tren menunjukkan bahwa orang dewasa muda pun mulai banyak terdampak.
Fenomena ini menjadi perhatian tenaga medis, salah satunya disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Pantai Ampang, Kuala Lumpur, Dr. Mah Doo Yee. Ia menilai, pola hidup “kekinian” yang dianggap sehat justru bisa menjadi bumerang jika tidak dijalani dengan bijak.
BACA JUGA:Diduga Emosi Tak Diberi Uang, Anak di Lahat Bunuh Ibu dan Hilangkan Jejak
BACA JUGA:Anak Sakit Tak Selalu Harus ke Dokter, Ini 10 Tips Alami yang Bisa Dicoba di Rumah
Diet Tinggi Protein Jadi Sorotan
Salah satu kebiasaan yang kini populer di kalangan anak muda adalah diet tinggi protein. Pola makan ini sering dipilih untuk membentuk otot atau menurunkan berat badan. Namun, konsumsi protein dalam jumlah berlebihan dalam jangka panjang dapat memberikan tekanan ekstra pada ginjal.
Ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring sisa metabolisme protein. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini berpotensi merusak fungsi ginjal secara perlahan.
BACA JUGA:Viral di Bulukumba, Istri Bongkar Perselingkuhan Suami dengan Pegawai
Suplemen dan Minuman Tren Juga Berisiko
Selain pola makan, penggunaan suplemen olahraga secara berlebihan juga menjadi faktor risiko. Beberapa produk mengandung zat seperti kafein dan kreatin yang dapat memicu dehidrasi, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
Tak hanya itu, tren konsumsi minuman detoks, produk herbal, hingga pelangsing juga perlu diwaspadai. Beberapa di antaranya memiliki efek diuretik atau bahkan mengandung laksatif, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menyebabkan kehilangan cairan tubuh.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu ketidakseimbangan elektrolit dan membebani kerja ginjal.
BACA JUGA:Hari Anak Balita Nasional 2026 : Pemberian Makan Tepat Jadi Kunci Cegah Stunting
BACA JUGA:Duel Panas Indonesia vs Australia di Piala AFF Futsal 2026, Penentuan Juara Grup B
Dehidrasi Jadi Pemicu Utama