Motor Listrik Rp 50 Juta untuk Program MBG Tuai Sorotan, Ini Penjelasan dan Polemiknya

Jumat 10-04-2026,09:28 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

Dipertanyakan, Kenapa Harus Merek Tertentu?

Di tengah kebutuhan operasional tersebut, muncul pertanyaan publik terkait pemilihan motor listrik dengan harga mendekati Rp 50 jutaan. Pasalnya, di Indonesia terdapat banyak merek motor listrik lain dengan harga yang lebih terjangkau.

Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik), Hendro Sutono, menyoroti pentingnya mekanisme pengadaan yang transparan dan kompetitif.

“Jika benar mekanisme pengadaan mengarah pada penunjukan satu vendor, maka hal ini patut disayangkan. Indonesia memiliki banyak produk kendaraan listrik dengan kemampuan setara,” ujarnya.

BACA JUGA:Strategi Preventif PLN Amankan Jaringan Listrik dari Potensi Gangguan Satwa di Bengkulu

Ia juga menyinggung keberadaan produk lokal dari sejumlah BUMN seperti GESITS, PINDAD, dan PT LEN yang turut mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Menurut Hendro, keterlibatan lebih dari satu penyedia dalam proses pengadaan akan meningkatkan transparansi sekaligus mendorong daya saing industri dalam negeri.

“Pengadaan ini seharusnya tidak hanya menjadi belanja negara, tetapi juga instrumen untuk memperkuat industri nasional dalam jangka panjang,” tambahnya.

BACA JUGA:Lanud SMH Gelar Ziarah Rombongan Peringati HUT ke-80 TNI Angkatan Udara

Spesifikasi Dinilai Sesuai Kebutuhan Lapangan

Meski menuai kritik, Hendro menilai pemilihan jenis motor sebenarnya sudah cukup tepat dari sisi fungsi. Motor tipe trail dinilai cocok untuk wilayah pedesaan dengan medan berat, sementara skuter listrik lebih ideal digunakan di kawasan perkotaan.

Ia juga menyebut bahwa harga motor tersebut relatif sebanding dengan produk lain di kelas yang sama, seperti United RX6000, Alessa Dimentro DT-Pro, Surron Ultra Bee, hingga Tromox UKKO.

BACA JUGA:Kementerian Luar Negeri RI Pertimbangkan Nasib Pasukan Indonesia di Misi UNIFIL Lebanon

Sempat Ditolak Kementerian Keuangan

Sorotan terhadap pengadaan ini juga datang dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, pengajuan pembelian motor dan komputer untuk program MBG sempat ditolak.

Purbaya mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru terkait pengadaan tersebut dan berjanji akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

Kategori :