Motor Listrik Rp 50 Juta untuk Program MBG Tuai Sorotan, Ini Penjelasan dan Polemiknya

Jumat 10-04-2026,09:28 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

SILAMPARITV.CO.ID - Pengadaan ribuan motor listrik untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, kendaraan operasional yang disiapkan untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut diduga menyerap anggaran hingga triliunan rupiah.

Motor listrik yang dimaksud diketahui berasal dari merek Emmo, dengan dua tipe utama yakni Emmo JVX GT bergaya motor trail dan Emmo JVH Max yang merupakan skuter listrik. Berdasarkan informasi dari situs resminya, harga Emmo JVX GT berada di kisaran Rp 56,8 juta, sementara Emmo JVH Max dijual sekitar Rp 48,8 juta.

BACA JUGA:Susu UHT Terbatas, Program Makan Bergizi Gratis di Sumsel Tetap Jalan dengan Alternatif Protein Lokal

Anggaran Fantastis Capai Triliunan Rupiah

Penelusuran pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) di Inaproc milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mengungkap adanya dua paket besar pengadaan kendaraan roda dua untuk Badan Gizi Nasional (BGN).

Masing-masing paket memiliki nilai mencapai Rp 1,22 triliun yang bersumber dari APBN, dengan metode e-purchasing. Paket tersebut mencakup pengadaan kendaraan untuk SPPG di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam dokumen tersebut, setiap paket mencatat volume sebanyak 24.400 unit motor listrik. Jika digabungkan, totalnya mencapai 48.800 unit. Harga satuan motor tercatat sekitar Rp 49,95 juta (termasuk PPN 12 persen), dengan total nilai satu paket mendekati Rp 1,218 triliun.

BACA JUGA:Deretan Film Indonesia April 2026: Dari Horor Mencekam hingga Drama Menyentuh Hati

BACA JUGA:Tebar Kebersamaan dan Kekeluargaan, Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Halal Bihalal PIPAS

Alasan Pengadaan untuk Operasional MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa kendaraan tersebut dibutuhkan untuk menunjang operasional program MBG, khususnya mobilitas Kepala SPPG di lapangan.

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujarnya.

BACA JUGA:Lapas Narkotika Muara Beliti Bersihkan Fasilitas Umum dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026

BACA JUGA:Sinergi Pemda Merangin dan PLN Bersihkan Kota Bangko, Jaga Lingkungan Sekaligus Keandalan Listrik

Kategori :