SILAMPARITV.CO.ID - Fenomena silent call atau panggilan tanpa suara kini semakin marak dan patut diwaspadai. Sekilas terlihat seperti panggilan iseng, namun di baliknya ternyata tersimpan modus penipuan siber yang bisa berujung pada kebocoran data hingga kerugian finansial.
Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, mengingatkan masyarakat agar tidak merespons panggilan semacam ini.
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan LPG 3 Kg Tetap Stabil, Bahlil Soroti Masalah Distribusi
Jangan Diangkat, Apalagi Ditelepon Balik
Menurut Heru, prinsip utama dalam menghadapi silent call adalah mengabaikannya sepenuhnya.
“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa panggilan tersebut sering kali menjadi tahap awal dari penipuan berbasis telepon. Pelaku biasanya hanya melakukan panggilan singkat tanpa suara atau memutus sambungan dalam beberapa detik.
BACA JUGA:Suzuki Optimistis Raih Pangsa Pasar 9,5% di 2026, Penjualan Carry Jadi Andalan
BACA JUGA:Makna Baru Hari Kartini: Pentingnya Waktu Me Time bagi Perempuan Modern
Bagian dari Rekayasa Sosial
Silent call merupakan bagian dari teknik Social Engineering atau rekayasa sosial yang kini semakin berkembang.
Tujuan pelaku bisa beragam, antara lain:
- Mengecek apakah nomor aktif
- Memancing korban untuk melakukan call back
- Mengumpulkan data untuk serangan lanjutan
Jika korban terpancing, risiko yang muncul bisa jauh lebih besar.
BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Buka Pekan Olahraga Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Bangun Semangat Kebersamaan
BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Salurkan Gerobak Usaha untuk Keluarga Warga Binaan, Hadirkan Harapan Baru