Pemerintah Pastikan LPG 3 Kg Tetap Stabil, Bahlil Soroti Masalah Distribusi
Pemerintah Pastikan LPG 3 Kg Tetap Stabil, Bahlil Soroti Masalah Distribusi--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” tidak mengalami kenaikan, meskipun harga LPG nonsubsidi dilaporkan melonjak lebih dari Rp30 ribu per tabung.
Menurut Bahlil, sejak pertama kali program LPG 3 kg diperkenalkan sekitar tahun 2006–2007, pemerintah tidak pernah menaikkan harga resmi untuk gas bersubsidi tersebut.
BACA JUGA:Suzuki Optimistis Raih Pangsa Pasar 9,5% di 2026, Penjualan Carry Jadi Andalan
BACA JUGA:Makna Baru Hari Kartini: Pentingnya Waktu Me Time bagi Perempuan Modern
Harga Resmi Tetap, Masalah Ada di Lapangan
Bahlil menjelaskan bahwa jika masyarakat menemukan harga LPG 3 kg lebih mahal di pasaran, hal tersebut bukan kebijakan pemerintah, melainkan disebabkan oleh praktik di tingkat distribusi.
“Kalau ada kenaikan di masyarakat, itu biasanya dimainkan oleh distributor atau pangkalan,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga LPG subsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang berhak.
BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Buka Pekan Olahraga Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Bangun Semangat Kebersamaan
BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Salurkan Gerobak Usaha untuk Keluarga Warga Binaan, Hadirkan Harapan Baru
Evaluasi Tata Kelola Distribusi
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah sebenarnya telah mencoba memperbaiki sistem distribusi LPG subsidi agar lebih tepat sasaran. Namun, upaya tersebut sempat memicu gejolak di masyarakat.
Pada Februari 2025, ketika penataan distribusi mulai diterapkan, terjadi kepanikan yang menyebabkan kelangkaan LPG di sejumlah daerah.
Bahlil mengakui bahwa kebijakan tersebut menuai kritik, meski tujuannya adalah memastikan subsidi benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.
Sumber: