SILAMPARITV.CO.ID - Belakangan ini, banyak orang mulai beralih dari nasi hangat ke nasi dingin yang dipanaskan ulang. Alasannya, metode ini dianggap lebih “ramah” terhadap gula darah. Namun, di balik manfaat tersebut, ada aspek keamanan pangan yang sering terabaikan, terutama terkait cara penyimpanan nasi.
Lalu, sebenarnya mana yang lebih baik: nasi hangat yang baru dimasak atau nasi dingin yang dipanaskan kembali?
BACA JUGA:Riyan Agus Rinaldy Siap Memimpin IKM Demi Persatuan dan Kemajuan Bersama Lubuklinggau Ini Kariernya
Mengapa Nasi Dingin Lebih Ramah Gula Darah?
Perbedaan utama terletak pada perubahan struktur pati dalam nasi. Setelah dimasak lalu didinginkan, nasi mengalami proses yang dikenal sebagai Retrogradasi. Proses ini mengubah sebagian pati menjadi resistant starch atau pati resisten, yaitu jenis pati yang lebih sulit dicerna di usus halus.
Akibatnya, pelepasan glukosa ke dalam darah berlangsung lebih lambat dibanding nasi hangat, sehingga lonjakan gula darah menjadi lebih terkendali.
BACA JUGA:Pelajar SMP di Lubuk Linggau Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam
Menariknya, efek ini tidak sepenuhnya hilang meskipun nasi dipanaskan kembali. Studi dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition (2015) menunjukkan bahwa nasi yang didinginkan selama 24 jam lalu dipanaskan ulang memiliki kandungan pati resisten lebih dari dua kali lipat dibanding nasi segar, serta menghasilkan respons gula darah yang lebih rendah.
BACA JUGA:Serangan Harimau Berulang, Warga Muratara Hidup dalam Ketakutan
BACA JUGA:iCAR V27 Setir Kanan Resmi Diperkenalkan, SUV Elektrifikasi Lebih Besar dari V23
Seberapa Besar Dampaknya?
Meski terdengar signifikan, efeknya sebenarnya tidak terlalu besar. Kandungan pati resisten meningkat dari sekitar 0,64 gram menjadi 1,65 gram per 100 gram nasi setelah didinginkan dan dipanaskan ulang.
Dari sisi respons gula darah, penurunannya berkisar sekitar 10–15 persen dibanding nasi hangat. Artinya, nasi dingin memang bisa membantu mengontrol gula darah, tetapi bukan solusi utama dan tetap perlu diimbangi pola makan sehat secara keseluruhan.
Perlu diingat juga bahwa hasil ini bisa berbeda tergantung jenis beras, lama pendinginan, cara pemanasan, dan kombinasi makanan lain dalam satu porsi.
BACA JUGA:10 PTKIN Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics, UIN Bandung Pimpin Daftar