Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian, menjelaskan bahwa medan magnet yang dihasilkan kereta api dapat memengaruhi kinerja mesin kendaraan, baik mobil listrik maupun kendaraan berbahan bakar.
Medan magnet tersebut berasal dari lokomotif dan dapat merambat melalui rel. Ketika kendaraan berada di atas rel saat kereta mendekat, gangguan tersebut berpotensi membuat mesin mati mendadak.
BACA JUGA:Minum Soda Setiap Hari? Ini Dampak yang Bisa Terjadi pada Tubuh
BACA JUGA:Kepala BKPSDM Muratara Diperiksa Usai OTT Dugaan Pungutan Liar
Faktor Utama Kecelakaan di Perlintasan
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan bahwa kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang umumnya disebabkan oleh perilaku pengendara. Kasus terbanyak dipicu oleh pengendara yang nekat menerobos palang, disusul kendaraan mogok, serta keterlambatan penutupan palang pintu.
Dampak dari kecelakaan tersebut sangat fatal, mulai dari luka ringan hingga korban jiwa. Kendaraan yang terlibat pun beragam, mulai dari sepeda motor hingga mobil.
BACA JUGA:Lubuk Linggau Jadi Lokasi Transaksi, Dua Pengedar Lintas Provinsi Dibekuk Satres Narkoba
BACA JUGA:Isu Oversupply Guru Disorot, Pakar Sebut Masalah Utama Ada pada Ketimpangan Distribusi
Selain itu, kendaraan mogok di tengah rel juga menjadi ancaman serius. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari mesin mati, roda tersangkut, hingga kendaraan berat seperti truk yang tidak sesuai dengan kondisi perlintasan.
Kesadaran dan kepatuhan pengendara menjadi kunci utama untuk mencegah kecelakaan di perlintasan kereta api. Mengabaikan palang pintu bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan diri sendiri dan orang lain.