Mengenal Andes Virus, Jenis Hantavirus yang Disebut Bisa Menular Antar Manusia

Sabtu 09-05-2026,09:57 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

Meski berasal dari kelompok virus yang sama, hantavirus dapat menyebabkan penyakit berbeda tergantung jenis dan wilayah penyebarannya.

Prof Dominicus menjelaskan hantavirus di kawasan Amerika, termasuk Andes virus, lebih sering menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS/HCPS, yaitu gangguan paru berat yang dapat memicu sesak napas hingga gagal pernapasan.

“Yang di Amerika sering menyebabkan HCPS,” katanya.

Kondisi tersebut memiliki tingkat kematian cukup tinggi, bahkan disebut bisa mencapai sekitar 50 persen.

BACA JUGA:Edarkan Pil Ekstasi Logo WhatsApp, Pemuda 22 Tahun Diciduk Polisi Lubuklinggau

BACA JUGA:Banjir Parah di Muratara Rendam Ribuan Rumah, Lima Jembatan Dilaporkan Putus

Sementara itu, hantavirus yang lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa umumnya menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS yang menyerang ginjal dan disertai gangguan perdarahan.

Gejala awal infeksi hantavirus sendiri sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, dan mudah lelah sehingga cukup sulit dikenali sejak dini.

BACA JUGA:Ngadiono, Korban Selamat Bus ALS, Jalani Perawatan di RS Bhayangkara Palembang

Apakah Andes Virus Berpotensi Jadi Pandemi?

Terkait kekhawatiran masyarakat soal ancaman pandemi baru, Prof Dominicus menilai Andes virus memiliki kemungkinan kecil memicu pandemi besar seperti COVID-19.

Menurutnya, tingkat penularan Andes virus jauh lebih rendah dibanding campak maupun COVID-19 karena membutuhkan kontak erat dalam waktu lama.

“Kalau campak, satu orang bisa menularkan ke sekitar 18-19 orang. Kalau virus hanta ini sangat sedikit, bahkan mungkin tidak sampai lima,” jelasnya.

BACA JUGA:Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, Korban Jiwa Bertambah Menjadi 17

BACA JUGA:BULOG Garda Terdepan Ketahanan Pangan Nasional, Wujudkan Akses Pangan Terjangkau dan Stabil untuk Masyarakat

Selain itu, hantavirus juga disebut relatif jarang mengalami mutasi dibanding virus lain seperti influenza, HIV, maupun SARS-CoV-2.

Kategori :