142 Negara Dukung Palestina Merdeka, Tapi Gaza Masih Dibombardir Israel.

142 Negara Dukung Palestina Merdeka, Tapi Gaza Masih Dibombardir Israel.

142 Negara Dukung Palestina Merdeka, Tapi Gaza Masih Dibombardir Israel.--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Harapan dunia akan kemerdekaan Palestina kembali mencuat setelah Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengadopsi Deklarasi New York pada Jumat (12/9/2025). Sebanyak 142 negara mendukung resolusi ini, yang menyerukan pendirian negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan kontras yang menyakitkan. Sehari setelah deklarasi tersebut diadopsi, Israel justru melancarkan serangan udara besar-besaran ke Gaza yang menyebabkan setidaknya 62 orang tewas, dan ribuan lainnya harus mengungsi dari rumah mereka.

BACA JUGA:5 Maskapai di Dunia dengan Makanan Terlezat di Dunia, Dua dari Asia!

BACA JUGA:Oppo Rilis F31 Pro dan F31 Pro Plus dengan Baterai 7.000 mAh dan Fitur Tangguh

Isi dan Tujuan Deklarasi New York

Deklarasi ini digagas oleh Prancis dan Arab Saudi, yang kemudian disahkan dalam forum PBB sebagai bagian dari upaya penyelesaian damai konflik Israel-Palestina. Deklarasi tersebut menegaskan kembali komitmen dunia internasional terhadap solusi dua negara, yakni pembentukan negara Palestina yang demokratis dan layak secara ekonomi di samping Israel.

“Deklarasi ini menetapkan satu peta jalan tunggal untuk menetapkan solusi dua negara,” ujar perwakilan Prancis saat memperkenalkan resolusi tersebut.

BACA JUGA:Panduan Doa Sebelum Olahraga Agar Selalu Diberikan Keselamatan, Mudah Dihafalkan

BACA JUGA:Motorola Edge 60 Neo Debut di Berlin: Ponsel Ringkas dengan Desain Premium

Siapa yang Menolak dan Mengapa?

Meskipun mayoritas negara mendukung, 10 negara menolak resolusi tersebut, yaitu:

Argentina, Hungaria, Israel, Mikronesia, Nauru, Palau, Papua Nugini, Paraguay, Tonga, dan Amerika Serikat.

Israel menilai deklarasi ini sebagai langkah sepihak yang mengabaikan realitas di lapangan.

“Ini bukan diplomasi, ini sandiwara,” tegas perwakilan Israel di PBB.

Sumber: