Puasa Ramadan dan Kesehatan Lambung: Penjelasan Ahli Gastroenterologi soal Manfaatnya

Puasa Ramadan dan Kesehatan Lambung: Penjelasan Ahli Gastroenterologi soal Manfaatnya

Puasa Ramadan dan Kesehatan Lambung: Penjelasan Ahli Gastroenterologi soal Manfaatnya--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Puasa Ramadan tidak hanya membawa dampak spiritual, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, terutama sistem pencernaan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa puasa dapat membantu menjaga kesehatan lambung apabila dijalankan dengan pola yang benar.

Dalam keterangan yang dikutip dari akun Instagram resminya, Rabu (18/2/2026), ia menyampaikan bahwa puasa Ramadan memberikan efek positif bagi sistem pencernaan, khususnya lambung. Menurutnya, banyak keluhan lambung muncul akibat pola makan yang tidak teratur.

BACA JUGA:Inspirasi Menu Buka Puasa Sehat Ramadan 2026: Perpaduan Takjil Tradisional dan Hidangan Kekinian

BACA JUGA:Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus di Lubuklinggau, Tersangka Peragakan 20 Adegan

Pola Makan Teratur Bantu Stabilkan Lambung

Ia menjelaskan, salah satu pemicu utama sakit lambung adalah kebiasaan melewatkan waktu makan lalu menggantinya dengan porsi berlebihan di waktu lain. Pola ini dapat memicu nyeri ulu hati, perut kembung, hingga kambuhnya maag.

“Sebagian besar sakit lambung kambuh karena pola makan yang tidak teratur,” ujarnya.


jadwal makan menjadi lebih teratur dilakukan saat sahur dan berbuka--ist

Selama Ramadan, jadwal makan menjadi lebih terstruktur karena hanya dilakukan saat sahur dan berbuka. Konsistensi waktu makan ini membantu lambung beradaptasi sehingga kerjanya lebih stabil. Selain itu, tubuh memiliki waktu istirahat dari proses pencernaan dalam rentang waktu tertentu.

Meski demikian, ia mengingatkan agar tidak langsung makan dalam jumlah besar saat berbuka. Konsumsi berlebihan sekaligus justru dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu keluhan.

BACA JUGA:Operasi Pekat Jelang Ramadan, Polisi Amankan 31 Orang di Lubuklinggau

BACA JUGA:Tangga, Taman, dan Detak Jantung: Cara Sederhana Memperpanjang Usia Lewat Aktivitas Sehari-hari

Kurangi Camilan Tidak Sehat dan Rokok

Faktor lain yang kerap memicu gangguan lambung adalah konsumsi camilan tidak sehat. Makanan tinggi lemak, pedas, dan asam dapat mengiritasi dinding lambung. Saat berpuasa, frekuensi ngemil otomatis berkurang karena tidak ada asupan di luar waktu sahur dan berbuka, sehingga sistem pencernaan memiliki kesempatan beristirahat.

Sumber: