Jangan Berlebihan! Tren Konsumsi Serat Tinggi Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Jangan Berlebihan! Tren Konsumsi Serat Tinggi Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Jangan Berlebihan! Tren Konsumsi Serat Tinggi Bisa Picu Gangguan Pencernaan--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Tren peningkatan konsumsi serat atau dikenal dengan istilah “fibremaxxing” yang ramai diperbincangkan di media sosial kini mendapat perhatian dari para ahli. Meski serat dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan.

 

Melansir laporan dari The Guardian, ahli gizi dari King’s College London, Emily Leeming, menjelaskan bahwa serat memang penting untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi harus dikonsumsi secara seimbang.

 

“Serat mendukung pencernaan, membantu menurunkan risiko kanker usus dan penyakit jantung, serta berperan dalam mengontrol kadar gula darah,” ujar Leeming.

BACA JUGA:Selat Hormuz Memanas, Sejumlah Negara Diberi Akses Iran, Bagaimana Nasib Kapal Indonesia?

BACA JUGA:Usai Lebaran, Kasus Radang Tenggorokan dan Flu Meningkat, Netizen Ramai Keluhkan

 

Serat banyak ditemukan dalam makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, dan polong-polongan. Namun, konsumsi serat masyarakat saat ini masih tergolong rendah dibandingkan dengan anjuran harian.

 

Leeming menyebutkan, kebutuhan serat bagi orang dewasa sekitar 30 gram per hari. Sementara itu, rata-rata konsumsi masyarakat hanya berada di angka 16 gram per hari.

BACA JUGA:Pererat Silaturahmi Pasca Idulfitri, Lapas Narkotika Muara Beliti Hadiri Halal Bihalal Secara Daring

BACA JUGA:Terdesak Ekonomi, Residivis di Lubuklinggau Kembali Berbuat Kriminal

 

Meski demikian, peningkatan asupan serat tidak boleh dilakukan secara instan. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan tersebut.

 

“Serat bersifat kuat, sehingga sistem pencernaan perlu waktu untuk menyesuaikan. Jika ditingkatkan terlalu cepat, bisa menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman,” jelasnya.

BACA JUGA:Apel Gabungan dan Halal Bihalal 1447 H, Wali Kota Lubuk Linggau Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

BACA JUGA:Annisa Pohan Melahirkan Anak Kedua, Keluarga Agus Harimurti Yudhoyono Diselimuti Kebahagiaan

 

Ia juga tidak menyarankan konsumsi serat dalam jumlah sangat tinggi, seperti di atas 50 gram per hari. Selain sulit dipertahankan dalam jangka panjang, pola makan tersebut berisiko menjadi terlalu ketat dan tidak seimbang.

 

Menurutnya, manfaat kesehatan sudah dapat dirasakan dari peningkatan serat dalam jumlah moderat. Bahkan, tambahan sekitar 7 gram serat per hari sudah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga kanker usus.

BACA JUGA:Balumbo Biduk Sarolangun 2026: Semangat Dayung, Semangat Kebersamaan!

BACA JUGA:Kasus Pelanggaran Privasi, Mahasiswi Pagar Alam Resmi Jadi Tersangka

 

Tak hanya itu, peningkatan sekitar 5 gram serat per hari juga disebut dapat menurunkan risiko depresi hingga 5 persen.

 

Leeming menyarankan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi serat secara bertahap, sekaligus memastikan asupan cairan yang cukup.

 

“Serat bekerja seperti spons. Jika tidak diimbangi dengan cukup cairan, justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pencernaan,” ujarnya.

BACA JUGA:Kebiasaan Sederhana, Dampak Besar: Ini 6 Ciri Orang yang Rutin Merapikan Tempat Tidur

BACA JUGA:Comeback Spektakuler! Album “Arirang” BTS Pecahkan Rekor Penjualan Minggu Pertama

 

Ia menekankan bahwa pola makan sehat harus tetap realistis, nyaman dijalani, serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

 

Tren konsumsi serat memang membawa manfaat, tetapi perlu dilakukan dengan bijak. Kunci utama menjaga kesehatan bukan pada jumlah yang berlebihan, melainkan keseimbangan dan konsistensi dalam pola makan sehari-hari.

Sumber:

Berita Terkait