Diet Ekstrem OMAD ala Jungkook BTS Jadi Sorotan, Efektif Turunkan BB atau Justru Berbahaya?
Diet Ekstrem OMAD ala Jungkook BTS Jadi Sorotan, Efektif Turunkan BB atau Justru Berbahaya?--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Pola diet makan satu kali sehari atau One Meal A Day (OMAD) kembali menjadi perbincangan setelah diungkapkan oleh Jungkook. Metode ini dikenal sebagai salah satu bentuk ekstrem dari intermittent fasting, yang membatasi waktu makan hanya dalam satu jam dan berpuasa selama 23 jam.
Menurut laporan NDTV, diet OMAD semakin populer, terutama di kalangan publik figur, karena dianggap mampu membantu menurunkan berat badan dengan cepat.
BACA JUGA:Air Lemon Hangat di Pagi Hari, Benarkah Efektif Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik di Tengah Isu Global
Cara Kerja Diet OMAD
Dalam metode ini, seseorang mengonsumsi seluruh kebutuhan kalori harian hanya dalam satu kali makan. Pola ini sering dipadukan dengan rutinitas olahraga intens, seperti yang dilakukan Jungkook.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa OMAD dapat membantu:
- Menurunkan berat badan
- Meningkatkan metabolisme lemak
- Memperbaiki sensitivitas insulin
Selain itu, pembatasan waktu makan juga dinilai mampu mengurangi kebiasaan ngemil dan membantu mengontrol asupan kalori.
BACA JUGA:Misteri Kematian Sopiah, Orang Tua Memohon Keadilan
BACA JUGA:500 Subscriber Sudah Bisa Cuan, YouTube Resmi Ubah Aturan Affiliate
Sulit Dipertahankan dan Berisiko
Meski memiliki potensi manfaat, para ahli mengingatkan bahwa diet ini tidak bisa dilakukan sembarangan. OMAD dinilai sulit dipertahankan dalam jangka panjang karena termasuk pola makan yang ekstrem.
Tubuh pada dasarnya membutuhkan asupan energi yang stabil sepanjang hari, terutama bagi mereka dengan aktivitas tinggi. Tanpa distribusi nutrisi yang cukup, berbagai efek samping bisa muncul, seperti:
- Kelelahan dan penurunan konsentrasi
- Performa fisik menurun
- Kembung dan gangguan pencernaan
- Fluktuasi kadar gula darah
Dalam jangka panjang, risiko yang lebih serius juga bisa terjadi, antara lain defisiensi nutrisi, kehilangan massa otot, hingga perlambatan metabolisme.
BACA JUGA:Ibunda Anji Manji Meninggal Dunia, Sang Musisi Tegar dan Ikhlas Lepas Kepergian
BACA JUGA:Pemkab Sarolangun Imbau Warga Jaga Ketertiban Saat Balumbo Biduk Idul Fitri 2026
Dampak pada Kesehatan Hormonal
Diet ekstrem seperti OMAD juga dapat memengaruhi sistem hormon, terutama pada perempuan. Risiko gangguan siklus menstruasi menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai.
Sumber: