Harga Bahan Pokok di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau Naik Jelang Idul Fitri 1446 H

Harga Bahan Pokok di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau Naik Jelang Idul Fitri 1446 H

Harga Bahan Pokok di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau Naik Jelang Idul Fitri 1446 H--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa komoditas penting seperti ayam, cabai merah, dan daging sapi mengalami lonjakan harga yang cukup drastis.

Kenaikan harga ini terutama terjadi pada ayam potong yang sebelumnya dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah melonjak dari Rp70.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Daging sapi, yang saat ini masih bertahan di harga Rp130.000 per kilogram, diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram mendekati lebaran.

Fluktuasi Harga Menjelang Hari Raya

BACA JUGA:ContohPengisian Detail Pekerjaan Orang Tua dalam Formulir KIP Kuliah

BACA JUGA:Perjalanan Mudik Lebih Nyaman, Bayar Tol Pakai BRIZZI!

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau, Meidhioline Sapta Windu, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok ini merupakan tren tahunan yang selalu terjadi menjelang hari besar keagamaan, termasuk Idul Fitri.

"Bahan pokok ini terus akan mengalami kenaikan sampai menjelang lebaran Idul Fitri," ungkap Meidhioline kepada TribunSumsel.com pada Minggu (23/4/2025).

Selain itu, Meidhioline menyebut harga bawang merah dan bawang putih saat ini masih stabil di kisaran Rp45.000 per kilogram. Namun, tidak menutup kemungkinan harga komoditas ini juga akan mengalami kenaikan, meskipun tidak sebesar lonjakan pada ayam dan cabai merah.

Operasi Pangan Murah untuk Menekan Kenaikan Harga

Untuk mengatasi lonjakan harga dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Pemerintah Kota Lubuklinggau telah menggelar operasi pangan murah selama bulan Ramadan. Operasi ini dilakukan di dua lokasi kantor pos di Lubuklinggau, dengan menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan gula pasir dengan harga lebih murah dari pasaran.

BACA JUGA:Terdepan Dukung UMKM, BRI Raih Penghargaan Internasional Best SME Bank in Indonesia

BACA JUGA:Latihan Soal UTS Geografi Kelas 10 Semester 2 Kurikulum Merdeka

"Kami menginformasikan bahwa selama satu bulan ini ada operasi pangan murah di dua kantor pos yang ada di Lubuklinggau. Di sana tersedia beras SPHP dengan harga Rp12.000 per kilogram dan gula pasir seharga Rp15.000 per kilogram," ujar Meidhioline.

Bagi warga yang ingin berpartisipasi dalam program ini, syaratnya cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bukti identitas. Setiap KTP hanya bisa digunakan untuk satu kali pembelian guna memastikan distribusi bahan pangan merata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyebab Kenaikan Harga dan Antisipasi Ke Depan

BACA JUGA:Pendaftaran UTBK-SNBT 2025 Segera Ditutup, Berikut Jadwal dan Cara Daftarnya

BACA JUGA:Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1446 H: Muhammadiyah Tetapkan 31 Maret 2025, NU Tunggu Sidang Isbat

Tren kenaikan harga menjelang hari raya umumnya disebabkan oleh peningkatan permintaan yang lebih tinggi dibandingkan pasokan yang tersedia di pasar. Selain itu, faktor distribusi dan pasokan dari daerah penghasil juga turut berpengaruh terhadap harga bahan pokok di tingkat konsumen.

Pemerintah Kota Lubuklinggau terus melakukan pemantauan harga di pasar guna memastikan harga tidak naik secara tidak terkendali. Jika diperlukan, pemerintah akan melakukan intervensi tambahan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Dengan adanya operasi pasar murah dan pemantauan harga yang intensif, diharapkan masyarakat dapat tetap memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga yang terlalu tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

BACA JUGA:Pria Palembang Laporkan Influencer Willie Salim ke Polisi Terkait Konten Viral Rendang 200 Kg

BACA JUGA:Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Optimalisasi Kawasan Industri, BRI Jalin Kerja Sama dengan HKI

Sumber: