Serbuan Israel Tewaskan Pegawai Pemerintah, Presiden Lebanon Joseph Aoun Perintahkan Militer Siaga Penuh!
Serbuan Israel Tewaskan Pegawai Pemerintah, Presiden Lebanon Joseph Aoun Perintahkan Militer Siaga Penuh!--ist
SILAMPARI.CO.ID - Ketegangan antara Lebanon dan Israel kini kembali memanas. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, memerintahkan militer negaranya untuk mengkonfrontasi dari setiap serangan Israel yang melanggar wilayah Lebanon.
Perintah tegas ini disampaikan usai pasukan Israel melakukan penyerbuan lintas perbatasan ke wilayah Lebanon bagian selatan, tepatnya di kota Blida, pada Kamis (30/10/2025) dini hari. Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya seorang pegawai pemerintah setempat, meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) masih berlaku.
BACA JUGA:Nokia Hidup Kembali! Kerja Sama dengan Nvidia Ubah Arah ke Bisnis AI dan Data Center
BACA JUGA:Psikolog Harvard Beberkan 5 Kebiasaan Orang Tua yang Membentuk Anak Hebat dan Percaya Diri
Menurut laporan Reuters dan Al Arabiya, pasukan Israel dilaporkan memasuki kawasan perbatasan Lebanon dan menembaki gedung pemerintahan lokal. Tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Lebanon dan berpotensi memperluas eskalasi konflik di kawasan tersebut.
BACA JUGA:Tetap Sehat di Masa Pancaroba — Tips Ampuh Menjaga Daya Tahan Tubuh agar Tak Mudah Sakit
BACA JUGA:Sehat Tapi Berisiko: Daftar 12 Buah dan Sayuran dengan Residu Pestisida Tertinggi
Militer Lebanon selama ini dikenal berhati-hati dan cenderung menjaga jarak dari konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel, namun perintah langsung dari Presiden Aoun menandai perubahan sikap strategis pemerintah Lebanon dalam menghadapi ancaman eksternal.
Pengamat politik menilai bahwa situasi ini bisa menjadi titik balik hubungan militer Lebanon–Israel, terutama di tengah upaya diplomasi internasional yang masih rapuh.
Sementara itu, pihak Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut, namun sejumlah analis menyebutkan langkah ini merupakan bagian dari operasi darat yang menargetkan aktivitas kelompok bersenjata di dekat perbatasan.
BACA JUGA:BTS Comeback 2026: Siap Rilis Album Baru dan Gelar Tur Dunia Setelah Wamil!
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik per 1 November 2025, Ini Daftar Lengkapnya
Kondisi di Lebanon selatan saat ini dilaporkan menegang, dengan pasukan militer dan kelompok Hizbullah sama-sama meningkatkan kewaspadaan di garis depan.
Sumber: