Saat Gencatan Senjata Tak Bermakna, Bom Israel Terus Menghantam Gaza

Saat Gencatan Senjata Tak Bermakna, Bom Israel Terus Menghantam Gaza

Saat Gencatan Senjata Tak Bermakna, Bom Israel Terus Menghantam Gaza--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Perjanjian gencatan senjata yang seharusnya menjadi napas lega bagi warga Palestina di Jalur Gaza kembali dipertanyakan. Kesepakatan yang digadang-gadang sebagai jalan menuju penghentian kekerasan itu dinilai hanya menjadi macan kertas, menyusul terus berlanjutnya serangan militer Israel ke wilayah padat penduduk.

Berdasarkan laporan koresponden Kantor Berita Palestina (WAFA), Sabtu (27/12/2025) pagi waktu setempat, eskalasi justru meningkat. Kapal angkatan laut Israel dilaporkan melepaskan tembakan artileri secara membabi buta ke arah garis pantai barat Gaza City. Serangan dari laut tersebut memicu kepanikan dan ketakutan mendalam bagi warga sipil yang berusaha mencari perlindungan di kawasan pesisir.

BACA JUGA:Polri Hadir untuk Warga Terdampak, Servis dan Cuci Motor Gratis Digelar di Sumatera

BACA JUGA:Heboh! Ular Kobra Panjang 2 Meter Masuk Rumah Petugas Damkar di Lubuklinggau

Gempuran dari Langit dan Laut

Tak hanya dari laut, serangan udara juga terus menghantam berbagai wilayah di Jalur Gaza. Pesawat tempur Israel dilaporkan membombardir kawasan Zeitoun dan Tuffah di Gaza City, disertai penghancuran bangunan secara sistematis. Serangan serupa turut menyasar kamp pengungsian Maghazi dan Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, yang diketahui menjadi tempat berlindung ribuan warga yang telah kehilangan rumah akibat perang.

Di wilayah selatan Gaza, jet tempur Israel juga meluncurkan rudal ke kawasan timur Kota Khan Younis. Serangan ini memperluas jangkauan kehancuran hingga mendekati wilayah perbatasan, memperparah kondisi kemanusiaan yang telah berada di ambang krisis.

BACA JUGA:Pelarian Berakhir! Pencuri Kabel Trafo PLN di Musi Rawas Dibekuk Saat Mau Kabur ke Batam

BACA JUGA:Aksi Jagoan Kampung Berakhir di Borgol, Tim Landak Tangkap Buronan Pencurian Sawit di Musi Rawas

Ratusan Jiwa Melayang Pasca-Kesepakatan

Ironisnya, gelombang kekerasan ini terjadi di tengah klaim dunia internasional bahwa gencatan senjata telah disepakati sejak 11 Oktober lalu. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Data terbaru mencatat bahwa sejak kesepakatan tersebut diberlakukan, sedikitnya 410 warga Palestina dilaporkan tewas.

Selain korban jiwa, 1.134 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara dan artileri. Petugas medis juga menemukan 649 jasad korban yang terkubur di bawah puing-puing bangunan. Angka tersebut diyakini belum mencerminkan kondisi sebenarnya, mengingat keterbatasan akses evakuasi dan pencarian korban.

BACA JUGA:Mahasiswa Ahmad Sidik Ungkap Dugaan Ijazah Palsu Wagub Babel

BACA JUGA:Kalapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Refleksi Kinerja Akhir Tahun 2025

Sumber:

Berita Terkait