Tips Mengatur Pola Minum Saat Puasa Agar Ginjal Tetap Sehat dan Tubuh Tidak Dehidrasi

Tips Mengatur Pola Minum Saat Puasa Agar Ginjal Tetap Sehat dan Tubuh Tidak Dehidrasi

Tips Mengatur Pola Minum Saat Puasa Agar Ginjal Tetap Sehat dan Tubuh Tidak Dehidrasi--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Bulan Ramadan menjadi momen ibadah sekaligus ujian bagi tubuh, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan. Selama lebih dari 12 jam tanpa asupan makanan dan minuman, ginjal harus bekerja lebih optimal untuk menjaga keseimbangan cairan serta menyaring zat sisa metabolisme dalam tubuh.

BACA JUGA:Komitmen Jaga Stabilitas, Lapas Narkotika Muara Beliti Gelar Rapat Dinas Bidang Pengamanan

BACA JUGA:Ramadan Penuh Kebersamaan, Lapas Narkotika Perkuat Silaturahmi Lewat Buka Bersama

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa pengaturan pola minum yang tepat menjadi kunci utama agar fungsi ginjal tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

Ginjal Bekerja Lebih Keras Saat Puasa

Pakar penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, dr. Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH, menjelaskan bahwa risiko terbesar bagi ginjal selama puasa adalah kekurangan cairan atau dehidrasi.

Saat tubuh tidak mendapatkan asupan air dalam waktu lama, ginjal tetap harus menyaring racun dari darah. Kondisi ini membuat urine menjadi lebih pekat karena tubuh berusaha menghemat cairan.

Menurutnya, menjaga kecukupan minum saat sahur dan berbuka merupakan langkah paling sederhana namun sangat penting untuk melindungi kesehatan ginjal.

Ia menyarankan masyarakat tetap memenuhi kebutuhan cairan harian sekitar dua liter air atau setara delapan gelas per hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

BACA JUGA:Dorong Peningkatan Produksi, SKK Migas Dukung Field Trial (FT) Injeksi Chemical di Lapangan Meruap

BACA JUGA:Hasil SNBP 2026 Diumumkan 31 Maret Pukul 15.00 WIB, Ini Link Resmi dan Langkah Selanjutnya

Penuhi Cairan dari Buah dan Jus Berserat

Selain air putih, kebutuhan cairan juga dapat diperoleh dari buah-buahan segar seperti pisang, semangka, maupun jus buah alami. Namun, jus sebaiknya dikonsumsi bersama seratnya, bukan hanya air perasannya saja.

Jus tanpa ampas cenderung mengandung gula yang cepat diserap tubuh, sehingga kurang baik bagi kestabilan energi. Oleh karena itu, membuat jus sendiri di rumah lebih dianjurkan karena lebih higienis dan kandungan gizinya dapat dikontrol.

Sumber: