Kapendam I/BB Konolen Rico Siagian juga mengaku pelaku geng motor sedang mabuk saat menyerang Prada Defliadi dan kawan-kawan.
"Mereka mabuk dan langsung menuduh kesembilan anggota itu sebagai musuh mereka," kata Rico, Senin (5 Agustus 2024).
Saat itu, Prada D dan 9 anggota TNI lainnya sedang makan di sana. Tiba-tiba, 20 geng motor yang terdiri dari dua mobil dan beberapa sepeda motor datang dan menyerang personel TNI dengan senjata tajam.
"Geng motor langsung menyerang dengan senjata tajam. Kemudian mereka lari dari posisi Angkringan," katanya.
BACA JUGA:Mengejutkan! Seorang Ojol di Kampung Ambon Terima Order Pick-Up Mi Instan Isi Sabu, Begini Ceritanya